Selasa, 2 Juni 2026

Anis Matta dan Fahri Hamzah Pimpin Partai Gelora, Ini Kata Elite PKS

Mardani menjelaskan, PKS punya pengalaman 20 tahun dalam dunia politik di Indonesia. Bahkan kini PKS kata dia, makin solid dan kokoh.

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUN/ILHAM RIAN PRATAMA
Inisiator Partai Gelora Indonesia Anis Matta (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) memberikan keterangan usai perkenalan partai baru tersebut di Jakarta, Minggu (10/11/2019). Partai Gelora Indonesia yang akan diketuai oleh Anis Matta tersebut menargetkan deklarasi resmi Partai Gelora Indonesia akan berlangsung pada awal Bulan Januari 2020, usai merampungkan dokumen pendaftaran kepengurusan partai di Kementerian Hukum dan HAM. TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendoakan yang terbaik untuk dua mantan eks kadernya, M Anis Matta dan Fahri Hamzah.

Anis Matta dan Fahri Hamzah menjadi pimpinan Partai Gelora.

"Kita mendoakan yang baik bagi semua pihak yang berniat membangun negeri ini. Membangun partai itu adalah tujuan mulia," ujar Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera kepada Tribunnews.com, Senin (11/11/2019).

Akankah menjadi ancaman bagi PKS?

Mardani menjelaskan, PKS punya pengalaman 20 tahun dalam dunia politik di Indonesia.

Bahkan kini PKS kata dia, makin solid dan kokoh.

"Fokus membangun kekuatan kader. Pengalaman 20 tahun, alhamdulillah kami kian solid dan kokoh," tegas anggota DPR RI ini.

Baca: Kata Anis Matta soal Kemiripan Lambang Partai Gelora dengan Perindo

Pengamat: Sulit Bagi Partai Gelora Ikuti Jejak Sukses Demokrat dan NasDem

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio masih ragu Partai Gelora akan mampu mengukir kesuksesan dalam dunia politik nasional.

Jejak sukses yang pernah ditorehkan Partai Demokrat dan NasDem kala menjadi pendatang baru, dia menilai, masih sulit diikuti Partai Gelora.

Apalagi jika mengingat tokoh-tokoh pentolan dalam Partai Gelora, tidak sekaliber Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pertama kali mengikuti pemilihan umum pada tahun 2004, Partai Demokrat  meraih suara sebanyak 7,45 persen (8.455.225) dari total suara dan mendapatkan kursi sebanyak 57 di DPR.

Selain itu, dia menjelaskan, Partai Gelora tidak seperti NasDem yang memiliki media massa.

Kekuatan media massa ini mampu berperan membuat NasDem pada pemilu 2014 meraih suara sebanyak 6,72 persen atau 8.402.812.

"Gelora, secara ketokohan, belum memiliki tokoh sekaliber SBY. Mereka juga tidak memiliki media massa," ujar pendiri lembaga analisis politik KedaiKOPI ini kepada Tribunnews.com, Minggu (10/11/2019).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved