Manuver Nasdem

Dituding Bermanuver, NasDem Tegaskan Setia Pada Jokowi

Charles mengatakan, secara historis, Nasdem juga merupakan partai yang menyatakan dukungan kepada Jokowi dalam Pemilu 2109 lalu dan tidak akan menjadi

Dituding Bermanuver, NasDem Tegaskan Setia Pada Jokowi
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Ketua DPP bidang Media & Komunikasi Publik​​​​ Partai NasDem Charles Meikyansah saat ditemui usai Kongres II Partai NasDem, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP bidang Media & Komunikasi Publik​​​​ Partai NasDem Charles Meikyansah menegaskan pihaknya berkomitmen untuk tetap mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 5 tahun kedepan.

"Posisi Nasdem jelas, Nasdem adalah partai yang mengusung dan akan menjaga pak Jokowi sampai 2024," kata Charles Meikyansah usai Kongres II Partai NasDem, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Ia memastikan bahwa kesetiaan Nasdem kepada Presiden Jokowi akan tetap sama seperti saat partai tersebut menyatakan dukungan pada 2014 lalu.

Charles mengatakan, secara historis, Nasdem juga merupakan partai yang menyatakan dukungan kepada Jokowi dalam Pemilu 2109 lalu dan tidak akan menjadi oposisi.

Baca: Kantongi 59 Kursi di Parlemen, NasDem Optimistis Menangi Pemilu 2024

"Jadi dengan segala efort yang dimiliki partai Nasdem akan mendukung Pak Jokowi sampai selesai pada 2024 yang akan datang, itu jelas itu, clear," kata Charles.

Diketahui, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh sebelumnya sempat melakukan manuver politik dengan mengunjungi DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beberapa waktu lalu.

Hal tersebut lantas memunculkan spekulasi jika Nasdem akan bergerak di luar pemerintahan.

Baca: Jokowi dan Surya Paloh Disebut Saling Sindir, Pengamat: Malah Bagus, Ini Progres Demokrasi Indonesia

Wakil Ketua SC Kongres II Sugeng Suparwoto mengatakan, agenda Surya Paloh yang mengunjungi PKS merupakan sebuah silaturahmi biasa.

Ia mengatakan, langkah itu dilakukan guna memperbarui daya kohesivitas daya rekat sebagai bangsa.

"Silaturahmi kebangsaan digarisbawahi tidak dalam rangka power sharing atau Power Block Politic, semua adalah diartikan dalam kepentingan negara bangsa yang lebih luas," kata Sugeng.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved