Bom di Mapolrestabes Medan

Kata Panglima TNI, Aksi Bom Bunuh Diri di Medan Bagian dari Ancaman di Era Revolusi Industri 4.0

Hadi menjelaskan, ancaman teror selalu mengikuti perkembangan zaman yang sekarang memasuki revolusi industri 4.0

Kata Panglima TNI, Aksi Bom Bunuh Diri di Medan Bagian dari Ancaman di Era Revolusi Industri 4.0
Puspen TNI/Puspen TNI
Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si, bertempat di Subden Mabes TNI, Jalan Merdeka Barat No. 2 Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019). Kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam rangka silaturahmi usai dilantik oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut aksi bom bunuh diri di halaman Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, bagian ancaman yang terjadi pada era revolusi industri 4.0.

Hadi menjelaskan, ancaman teror selalu mengikuti perkembangan zaman yang sekarang memasuki revolusi industri 4.0.

Baca: Pascateror di Polrestabes Medan, Wapres Maruf Amin Minta Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan

"Begitu mudah (ancaman datang), sehingga sifat ancaman ada tiga," ucap Hadi di kawasan Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11/2018).

Adapun tiga kategori ancaman tersebut, kata Hadi, yang pertama bersifat eskalatif atau skala meningkat, yang tiba-tiba muncul menjadi ancaman begitu besar.

"Kedua, bergabung, kadang-kadang menjadi dua dan tiga. Yang ketiga adalah dalam tempo yang singkat, kita tidak membayangkan tiba-tiba terjadi bom di Medan, bom bunuh diri," paparnya.

Menurutnya, melihat ancaman tersebut diperlukan sinergi TNI dan Polri serta pimpinan daerah di seluruh Indonesia.

"Salah satu contoh adalah ketika terjadi bencana alam di Palu, semua TNI, Polri termasuk pemerintah daerah semuanya (kerjasama) dan bisa diselesaikan dengan baik," ujarnya.

Baca: Kapolda Sumut Duga Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan Belajar Dari Media Sosial

Selain itu, Hadi juga menyebut TNI saat ini telah memiliki Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilham) di tiga wilayah, yaitu Kepulauan Riau, Kalimantan Timur dan Papua.

"Dulu apabila ada masalah, yang dilakukan TNI adalah membentuk komando bentukan dan sekarang sifatnya permanen. Sehingga ancaman dimana, saya panglima bisa bertindak dalam operasi militer perang dan non perang," tutur Hadi.

Halaman
1234
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved