Bukan Dilelang, Jaksa Agung Bersikukuh Aset First Travel Harus Dikembalikan ke Korban

Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin kembali angkat bicara perihal nasib pengembalian uang para korban First Travel.

Bukan Dilelang, Jaksa Agung Bersikukuh Aset First Travel Harus Dikembalikan ke Korban
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kericuhan korban First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Selasa (2/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin kembali angkat bicara perihal nasib pengembalian uang para korban First Travel.

Hal tersebut sekaligus menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyebut aset First Travel disita oleh negara.

Dalam kesempatan sebelumnya, Burhanuddin menyatakan keputusan MA bermasalah terkait First Travel bermasalah. Ia pun kembali menegaskan pernyataanya tersebut.

"Bukan bermasalah. Tuntutan kami adalah bahwa itu dikembalikan kepada korban tapi putusan pengadilan di tingkat pertama, tingkat banding dan kasasi itu disita untuk negara," kata Burhanuddin di Kompleks Kantor Jaksa Agung RI, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Ia menyatakan, Kejaksaan Agung melakukan pengkajian apakah ada upaya hukum lain untuk dapat memperjuangkan pengembalian uang aset First Travel tersebut.

Meskipun pihaknya mengaku mengalami kesulitan untuk mengeksekusi aset tersebut.

'Karena putusannya demikian, kami kesulitan mengeksekusinya. Kami akan upayakan upaya hukum. Kami masih membicarakan apa yang akan kami langkah," tuturnya.

Ia juga memastikan aset First Travel tersebut tidak akan berkurang untuk diterima korban. Ia juga bersikukuh aset First Travel harus diberikan kembali kepada korban.

"Pasti barang bukti gak akan berkurang. Tapi untuk diketahui ini kan harusnya itu dikembalikan ke korban. Bukan disitq negara. Eksekusinya kita yang kesulitan," tegasnya.

Halaman
123
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved