Mahfud MD Kangen ‘Ngetwit’ Setelah Vakum Dua Minggu

“Saya sudah dua minggu tidak ‘ngetwit’, terakhir tadi pagi karena saya mau mulai lagi. Saya tidak sempat buka, sejujurnya saya kangen,” ungkap Mahfud.

Mahfud MD Kangen ‘Ngetwit’ Setelah Vakum Dua Minggu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjabat sebagai menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan (menko polhukam) membuat seorang Mahfud MD menjalani hari-hari yang lebih sibuk dari sebelumnya.

Sehingga membuat hobinya untuk berinteraksi dengan warganet melalui media sosial Twitter berkurang.

Hal itu diakui Mahfud saat berbincang dalam wawancara khusus bersama Tribunnews.com di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019) sore.

Di dalam ruangan yang dihiasi lukisan besar Bung Karno dan peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro tersebut, Mahfud mengatakan bahwa dirinya merasa kangen untuk bisa berinteraksi dengan ‘follower’-nya di Twitter.

“Saya sudah dua minggu tidak ‘ngetwit’, terakhir tadi pagi karena saya mau mulai lagi. Saya tidak sempat buka, sejujurnya saya kangen,” ungkap Mahfud.

Mahfud mengaku menjalani kegiatan super padat sejak dilantik pada 23 Oktober 2019 lalu oleh Presiden Joko Widodo.

“Saat dilantik tanggal 23 Oktober 2019 saya lalu serah terima jabatan di sini, lalu kerja sampai jam 11 malam, pulang kemudian besok paginya sudah di kantor lagi sampai jam 11 malam lagi. Lalu ke Thailand, Australia, dan belum sempat bertemu banyak tokoh-tokoh yang ingin diskusi dengan saya,” imbuhnya.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan bahwa dirinya mengendalikan sendiri akun Twitter-nya.

Dia mengaku ingin kembali aktif di Twitter dan berinteraksi dengan follower-nya yang saat ini mencapai angka 3,1 juta.

“Kalau Twitter seribu persen saya yang kendalikan, kalau Instagram saya pakai orang lain sebagau admin tapi dengan syarat apapun yang diunggah harus berdasarkan cuitan di Twitter atau langsung dari saya.”

“Karena follower saya sudah 3,1 juta maka saya tidak akan berhenti karena tidak bagus dan saya akan kembali berbincang di sana. Apa yang saya sampaikan di Twitter adalah pernyataan resmi dan boleh dikutip oleh media,” pungkasnya.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved