Cak Imin : 16,2 Juta Rakyat Hidup dari Sawit

Pertemuan ini akan fokus untuk membicarakan masalah lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Cak Imin : 16,2 Juta Rakyat Hidup dari Sawit
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. 

TRIBUNNEWS.COM,KROASIA-Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar dijadwalkan menghadiri acara European People's Party (Partai Masyarakat Eropa)19-21 November mendatangdi Zagreb, Kroasia.

Pertemuan ini akan fokus untuk membicarakan masalah lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Baca: Cak Imin Tak Penuhi Panggilan KPK sebagai Saksi TPK Penerimaan Hadiah Proyek Kementerian PUPR 2016

"Persoalan sawit (CPO) akan menjadi isu serius yang mereka bahas. Sebagai negara dengan 16,2 juta rakyatnya hidup dari industri ini, forum ini akan saya manfaatkan untuk mengimbangi pandangan diskriminatif Uni Eropa soal sawit," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imin dalam pernyataanya Rabu (20/11/2019).

"Seperti kita ketahui Uni Eropa telah mengeluarkan Renewable Direction Red II yang melarang penggunaan minyak sawit sebagai bahan bakar nabati di seluruh Eropa. Padahal Indonesia sedang gencar mengembangkan B20 dan B30, bahkan B50," katanya.

"Salah besar tuduhan bahwa kita tidak komit soal lingkungan hidup," sambung Cak Imin, yang juga Ketua Umum PKB ini.

Baca: Soal Wacana ke Pemerintah, Gerindra; Selama Ini Kami Sudah Gabung

Pertemuan ini merupakan gathering dari partai partai politik penguasa di seluruh Eropa.

Dihadiri oleh sekitar 40 negara dan partai-partainya. Forum ini menjadi ajang konsolidasi dan koordinasi partai-partai anggota Parlemen Eropa itu.

Baca: Cak Imin Ibaratkan Gerindra Seperti Makmum Masbuq, Apa Artinya?

"Saya akan berupaya keras dalam forum ini untuk melobi partai-partai penguasa di Parlemen Eropa, agar sanksi dan pembatasan soal sawit bisa dihapuskan, minimal dilonggarkan," lanjutnya.

"Perundingan kerja sama Indonesia Eropa (IEU - CEPA) soal bio fuel ini memang harus disikapi serius dan tegas, karena akan in to force di 2020. Insya Allah berhasil," Cak Imin menegaskan.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved