Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN
Pengakuan Istri Ilham Pradipta di Sidang Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Perbuatan Terdakwa Keji
Puspita mengajukan empat permohonan kepada majelis hakim dalam sidang pembunuhan Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta. Sebut perbuatan terdakwa keji
Ringkasan Berita:
- Istri Ilham Pradipta tak kuasa menahan kesedihannya saat sidang hingga berkali-kali harus menjeda kalimatnya untuk menarik napas
- Istri Ilham Pradipta tak kuasa harus mengingat kembali kejadian yang menimpa almarhum suaminya ketika melihat para terdakwa
- Pengunjung ruang sidang tampak larut dalam suasana kesedihan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tangis mewarnai saat istri almarhum Mohammad Ilham Pradipta, Puspita Aulia, bersaksi dalam sidang kasus penculikan dan pembunuhan suaminya yang merupakan Kepala Kantor Cabang (Kacab) Bank BUMN Cempaka Putih yang melibatkan tiga anggota TNI di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan keterangan Ahli Kedokteran Forensik RS Polri Kramat Jati dalam sidang, Ilham Pradipta mengalami penderitaan menjelang kematiannya.
Korban disebut meninggal dunia akibat kekerasan tumpul pada leher yang menekan jalan napas dan pembuluh nadi besar, sehingga menimbulkan mati lemas.
Tak hanya itu, luka-luka fatal yang dialami turut mempercepat kematian korban, termasuk patah tulang iga yang mengakibatkan kerusakan organ dalam.
Selain itu, kondisi mulut dan hidung dibekap menggunakan lakban turut mempercepat kematian korban.
Puspita Aulia mengungkap tak mudah bagi dirinya untuk hadir dalam sidang.
Ia tak kuasa harus mengingat kembali kejadian yang menimpa almarhum suaminya ketika melihat para terdakwa.
Baca juga: Dokter Forensik Ungkap Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta Menderita Sebelum Tewas, Tulang Iga Patah
Puspita mengaku hingga kini dirinya masih sakit hati terhadap para pelaku.
Puspita pun tak kuasa menahan kesedihannya saat sidang. Ia berkali-kali harus menjeda kalimatnya untuk menarik napas.
Suaranya terkadang bergetar menahan sedih.
"Suami saya, Mohamad Ilham Pradipta adalah tulang punggung keluarga kami yang hidupnya dirampas dengan cara yang keji oleh para terdakwa," ujar Puspita dalam sidang.
"Yang membuat hati kami semakin hancur adalah ketika mengetahui kenyataan bahwa para pelaku merupakan oknum prajurit yang dilatih dan dipersenjatai negara untuk melindungi rakyat tapi mereka yang melakukan itu justru menghilangkan nyawa secara keji," lanjut dia.
Baca juga: Menanti Kesaksian Istri & Mertua di Sidang Pembunuhan Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta Hari Ini
Ia mengungkapkan peristiwa 20 Agustus 2025 adalah hari di mana martabat suaminya diinjak-injak.
Suaminya, diculik saat bekerja, disiksa, dan dibuang selayaknya benda tidak berharga.
"Bayangan kondisi suami saya saat ditemukan dengan tangan dan kaki terikat, serta mata dililit lakban, menjadi trauma dan luka mendalam yang akan saya dan anak-anak saya ingat seumur hidup," ujar Puspita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/istri-Mohammad-Ilham-Pradipta.jpg)