Soal Celana Cingkrang, Politikus PKS: Kode Etik ASN Itu Sudah Ketat Sekali

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta mengatakan sebenarnya kode etik ASN sudahlah sangat ketat

Soal Celana Cingkrang, Politikus PKS: Kode Etik ASN Itu Sudah Ketat Sekali
Rina Ayu/Tribunnews.com
Anggota Komisi 1 DPR RI Sukamta dalam diskusi "Maling Data Facebook, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi sempat menyinggung aturan celana cingkrang hingga cadar bagi aparatur sipil negara (ASN) di kementeriannya.

Menanggapi hal itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta mengatakan sebenarnya kode etik ASN sudahlah sangat ketat.

Baca: Menteri Agama: Jadi Pemimpin Tidak Boleh Bodoh

"Saya kira soal ASN itu kan ada kode etiknya, ada semua aturannya. Soal seragam, soal perilaku, soal segala macam itu ASN itu ketat sekali," ujar Sukamta, dalam diskusi 'Menguji Efektifitas Program Radikalisme', di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019).

Anggota Komisi I DPR RI tersebut memahami niat aturan seperti celana cingkrang dan cadar memiliki niat yang bagus.

Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi program dan rencana program prioritas di Kementerian Agama tahun 2020. Tribunnews/Jeprima
Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi program dan rencana program prioritas di Kementerian Agama tahun 2020. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Namun, Sukamta menilai akan lebih baik agar setiap kementerian menegakkan aturan-aturan yang sudah berlaku dan ada sejak awal.

Baca: Saut Situmorang: Teror Novel Baswedan Benar Terjadi, Saya Juga Alami Teror

Daripada memberi aturan tambahan baru.

"Lebih baik ditegakkan dulu deh aturan yang sudah ada itu. Sebelum dikasih aturan-aturan tambahan baru, menurut saya perlu ditegakkan aturan yang sudah ada dengan sebaik-baiknya," kata dia.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved