Jumat, 29 Agustus 2025

Reuni 212

Memberi Sambutan, Anies Baswedan Rupanya Tak Pernah Absen Hadiri Reuni 212

Anies Baswedan hadir memberi dalam Reuni 212, Senin (2/12/2019). Seperti tahun 2017 dan 2018, Anies hadir memberikan sambutan.

Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Daryono
Tangkap Layar Youtube Kompas TV
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi sambutan dalam Reuni 212 di Monas, Senin (2/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Reuni 212 baru saja terselenggara di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Senin (2/12/2019).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tampak hadir dan memberikan sambutan.

Anies hadir dengan mengenakan pakaian dinas pegawai negeri sipil berwarna cokelat dan dilengkapi dengan peci hitam.

Kehadiran Anies pun mendapat sambutan meriah dari peserta Reuni 212.

Saat akan memberi sambutan, banyak yang meneriaki Anies dengan sebutan 'presiden'.

Sementara itu, dalam sambutannya, Anies menyampaikan pentingnya keadilan di Indonesia yang harus dibarengi dengan semangat persatuan.

"Tanpa keadilan tidak mungkin ada persatuan, karena itu keadilan menjadi sangat penting," kata Anies dalam sambutannya, yang ditayangkan Kompas TV.

"Kalau kita ingin mempertahankan terus apa yang sudah dibangun oleh para pendiri bangsa, maka tanggung jawab kita hari ini adalah memastikan keadilan bagi seluruh Indonesia," lanjutnya.

Sementara itu, menurut Anies, keadilan merupakan permasalahan mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

Anies melihat adanya ketimpangan dalam berbagai aspek kehidupan.

"Ini (keadilan) adalah permasalahan yang mendasar, ada ketimpangan berbagai aspek." 

"Di Jakarta tantangannya tidak pernah berhenti, keramaiannya tidak pernah berhenti," lanjut Anies.

Anies juga menyampaikan, saat ini, keadilan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Ia berharap Pemprov DKI Jakarta dapat menegakkan keadilan bagi seluruh warga Jakarta.

"Ini yang menjadi perhatian kami di Jakarta, bahwa kami bukan hanya ingin membangun infrastruktur, justru kami ingin menegakkan keadilan sosial bagi seluruh warga Jakarta," jelas Anies, seperti yang diberitakan Tribunnews.com.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta menyebut kegiatan Reuni 212 selalu berjalan damai seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, ratusan ribu yang datang, hari ini berjalan dengan tenang dan damai," ujar Anies.

Diketahui, Anies Baswedan tak pernah absen menghadiri Reuni 212.

Sebelumnya, Anies juga hadir dalam Reuni 212 yang diselenggarakan pada 2017 dan 2018.

Anies Hadir dalam Reuni 212 di Tahun 2017 dan 2018

Dilansir dari Warta Kota (Tribunnews), Anies Baswedan hadir dan membuka Reuni Akbar 212 pada Sabtu, 2 Desember 2017. 

Kehadirannya disambut takbir oleh ribuan umat Islam yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Anies mengatakan Monas mulai diperbolehkan dipakai untuk kegiatan keagamaan.

"Alhamdulilah, saat ini monas sudah kembali diperbolehkan untuk menjadi tempat keagamaan maupun kebudayaan," ujar Anies saat memberikan sambutan di Monas, Sabtu (2/12/2017).

Anies juga mengatakan bahwa Jakarta adalah milik semua orang.

"Jakarta milik kita semua bukan sebagian. Kota kita harus maju, bahagia, tenang nyaman karena iman dan takwa," sambungnya.

Sementara itu, di tahun 2018, Anies pun tampak hadir dalam gelaran Reuni Akbar 212.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Dikutip dari Tribunnews.com, saat menghadiri Reuni 212 di tahun 2018, Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan pidatonya yang membahas sekelumit sejarah Monas.

Tak hanya itu, Anies juga menyampaikan janji-janji politiknya saat hendak menjadi Gubernur DKI Jakarta yang kini ia nyatakan sudah ditunaikan.

Di antara janji-janji tersebut di antaranya rumah DP 0 Rupiah, menutup tempat maksiat, dan menghentikan reklamasi.

"Rumah DP 0 Rupiah dianggap tidak mungkin, hari ini terlaksana. Menutup tempat-tempat maksiat dianggap tidak mungkin sekarang terlaksana. Menghentikan reklamasi dulu dianggap tidak mungkin sekarang kita lakukan" kata Anies di Monas Jakarta Pusat pada Minggu (2/12/2018) yang disambut tepuk tangan para massa aksi.

Ia pun mengatakan hal itu dilakukan hanya dengan selembar kertas dan tanda tangan.

"Dan itu dilakukan tanpa kekerasan. Cukup selembar kertas dan sebuah tanda tangan. Karena itu jangan anggap enteng kekuatan politik. Karena itulah tanda tangan nanti akan menentukan arah kebijakan," kata Anies.

(Tribunnews.com/Widyadewi Metta/Nuryanti/Gita Irawan/Anggie Lianda Putri)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan