Ujian Nasional

Ujian Nasional Tidak Bisa Dihapus Begitu Saja, Perlu Ada Penggantinya

Alasannya kata mantan Walikota Banda Aceh ini, UN bertentangan dengan UU Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003.

Ujian Nasional Tidak Bisa Dihapus Begitu Saja, Perlu Ada Penggantinya
Serambi Indoensia/Dok
Illiza Sa'aduddin Djamal 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --  Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP Illiza Sa’aduddin mendukung rencana Pemerintah meniadakan Ujian Nasional (UN).  Namun UN tidak bisa dihapus begitu saja, perlu ada penggantinya.

Alasannya kata mantan Walikota Banda Aceh ini, UN bertentangan dengan UU Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003. 

"Sangatlah tepat. Dalam padangan saya, UN bertentangan dengan UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003," ujar Legislator PPP ini kepada Tribunnews.com, Senin (2/12/2019). 

Dia menjelaskan, Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sudah cukup jelas mengungkap pendidikan  bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Baca: Menteri Nadiem Ungkap 2 Program bagi Dunia Pendidikan ke Depan

Ia mengatakan, perintah UU bahwa evaluasi peserta didik, satuan pendidik dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik, untuk menilai pencapaian standard nasional pendidikan. 

Selain itu pada Pasal 58 menegaskan, evaluasi belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.

Itu artinya bahwa UN (dengan empat mata pelajaran) tidak dapat menjadi alat ukur atas kualitas sistem pendidikan dan kompetensi seorang anak menjadi SDM yang unggul, berkahlak mulia, memiliki keimanan dan ketaqwaan yang tinggi pada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri sebagaimana perintah UU 20 Tahun 2003.

Baca: Soal Wacana Ujian Nasional Bakal Dihapus, Ini Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim

Ia pun menjelaskan dari sisi positif bagi anak dari penghapusan UN. Yakni motivasi anak untuk belajar bukan lagi untuk lulus UN melainkan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dirinya.

Kemudian anak tidak lagi harus belajar menghafal untuk lulus sekolah karena bisa menyelesaikan empat mata pelajaran yang diuji melalui UN dengan nilai baik.

Dan secara psikis anak tidak lagi trauma dan atau ketakutan dalam menyelesaikan studinya selama enam tahun untuk SD dan tiga tahun untuk SMP dan SMA yang ditentukan oleh UN.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved