Munas Golkar

Pakar: Munas Golkar Jangan Berakhir Voting

Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mendorong pemilihan Ketua Umum Partai Golkar tidak akan dihasilkan melalui voting.

Pakar: Munas Golkar Jangan Berakhir Voting
tribunnews.com
Persiapan Munas Partai Golkar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mendorong pemilihan Ketua Umum Partai Golkar tidak akan dihasilkan melalui voting.

Emrus berharap, Munas Golkar akan dilakukan melalui musyawarah menuju mufakat.

"Jika dilakukan lewat voting, harus terlebih dahulu mengubah nama acara dari 'Musyawarah Nasional (Munas) Golkar' menjadi 'Voting Nasional (Vonas)' atau 'Kongres Nasional Partai Golkar' melalui rapat paripurna," ujar Emrus kepada Tribunnews.com, Selasa (3/12/2019).

Sebagaimana diketahui Munas Golkar akan mulai digelar di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019) pukul 19.00 WIB.

Sebab, kata dia, jika voting dilakukan pada acara musyawarah, maka terbuka lebar memperdebatkan legitimasi hasilnya.

"Selain itu, sangat janggal keputusan diambil lewat voting di acara musyawarah," ucapnya.

"Tapi, jika ada peluang terjadi voting atau musyawarah, panitia penyelenggara secepatnya melakukan perubahan nama acaranya menjadi 'Kongres Nasional Partai Golkar,' jelasnya.

Seperti diketahui, Partai Golkar akan menggelar Musyawarah nasional (Munas) di Hotel Ritz Carlton Jakarta, pada hari ini hingga tiga hari ke depan atau 3-6 Desember 2019.

Salah satu agenda Munas yakni pemilihan Ketua Umum Golkar periode 2019-2024. Terdapat delapan kader Golkar yang maju dalam pemilihan ketua umum. Mereka diantaranya Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ridwan Hisjam, Ali Yahya, Achmad Anama, Indra Bambang Utoyo, Agun Gunandjar Sudarsa, Derek Lopatty, dan Aris Mandji.

Dua calon ketua umum yang diprediksi akan bersaing ketat, yakni Airlangga Hartarto dan Bamsoet. Kedua calon tersebut mengklaim mendapatkan dukungan mayoritas pemegang suara di partai Golkar diantaranya yakni yakni DPD 1 dan DPD.

Kubu Airlangga mengaku mendapatkan dukungan 514 dari 559 suara. Sementara itu Bamsoet mengklaim mendapat dukungan dari 367 suara.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved