2 Bulan Menjabat Posisi Menteri BUMN, Erick Thohir: Harus Berani Objektif
Erick Thohir menyebutkan menjadi menteri BUMN harus berani untuk memandang sesuatu secara objektif.
"Karena tidak mungkin ke depan siapapun yang memimpin BUMN harus mengulangi apa yang kita alami sekarang," jelas Erick Thohir.
"Karena itu perlu sesuatu yang mendobrak, membersihkan, dan membuat sesuatu yang belum pernah terpikirkan, tentu untuk Indonesia dan tentu buat rakyat," tambahnya.
6 Gebrakan yang Dibuat Oleh Erick Thohir Selama Menjabat Menteri BUMN
Setelah masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju, Erick Thohir telah membuat beberapa gebrakan, di antaranya adalah:
1. Membentuk satuan tugas (satgas) kereta cepat Jakarta-Bandung
Proyek ini direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2021 mendatang.
2. Pangkas jabatan Deputi di Kementerian BUMN
Erick Thohir melakukan pengurangan jumlah deputi yang semula ada tujuh orang menjadi hanya tiga orang.
3. Tunjuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina
Keputusan itu diumumkan oleh Erick Thohir sendiri di Istana Kepresidenan, pada Jumat (22/11/19).
4. Tunjuk Chandra Hamzah Jadi Komisioner Utama BTN
Erick Thohir juga menunjuk Mantan Komisioner KPK, Chandra Hamzah menjadi Komisaris Utama Bank Tabungan Negara (BTN) menggantikan Pahala N Marsury yang menjadi Direktur Utama BTN.
5. Evaluasi anak perusahaan BUMN yang tak jelas dasar pembentukannya
Satu di antara yang dievaluasi pada 11 perusahaan air minum.
6. Ingin membuat Peraturan Menteri (Permen) baru terkait izin pembentukan anak atau cucu perusahaan BUMN
Dalam rapat kerja perdana oleh Komisi VI DPR RI, Erick Thohir meminta izin akan membuat Permen untuk memperketat izin pembentukan anak perusahaan dan cucu perusahaan BUMN.
Karena menurut Erick Thohir pembentukan anak atau cucu perusahaan baru BUMN tersebut harus disertai dengan alasan yang jelas.
(Tribunnews.com/Febia Rosada Fitrianum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/erick-thohir-dalam-raker-perdana-dengan-dpr.jpg)