2 Bulan Menjabat Posisi Menteri BUMN, Erick Thohir: Harus Berani Objektif
Erick Thohir menyebutkan menjadi menteri BUMN harus berani untuk memandang sesuatu secara objektif.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebutkan, menjadi menteri di bidang yang strategis harus berani untuk objektif.
Hal tersebut disampaikan oleh Erick Thohir dalam acara Mata Najwa yang disiarkan langsung di Trans 7, pada Rabu (4/12/2019).
Erick Thohir mengatakan menjadi menteri BUMN harus berani objektif.
Karena posisi menteri merupakan tugas yang harus diemban dan dilaksanakan dengan baik.
"Bukan arti makan hati, tapi harus berani objektif. Karena tentu amanah yang diberikan ini kan sesuatu yang sangat luar biasa," ucap Erick Thohir.
"Dan harus dikerjakan sebaik mungkin dan secara lillahi ta'ala," imbuhnya.
Erick Thohir juga mengatakan, menjadi menteri BUMN juga harus siap dicopot.
Menurut Erick Thohir yang dikerjakan dalam Kementerian BUMN tidak hanya berdampak untuk hari ini saja.
Melainkan untuk menjadi dasar di masa jabatan selanjutnya.
Erick Thohir telah mengatakan pada timnya di kementerian untuk siap bekerja dengan jangka waktu lima tahun atau bahkan hanya dua tahun.
"Harus siap juga dicopot, karena kita lihat kan apa yang kita lakukan sekarang tidak bukan hanya buat hari ini," terang Erick Thohir.
"Tentu kami di Kementerian BUMN saya sudah bilang ke teman-teman ya kita harus siap kerja dua tahun, kita harus siap kerja lima tahun."
"Tetapi apapun yang kita kerjakan tentu menjadi pondasi untuk masa yang akan datang."
Erick Thohir menjelaskan dengan dasar yang kuat, siapapun nanti menteri BUMN tidak mengulangi keadaan yang sedang dialami saat ini.
Oleh karena itu, Erick Thohir menegaskan Kementerian BUMN membutuhkan sosok maupun keputusan yang dapat memberikan gebrakan, membersihkan, serta berinovasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/erick-thohir-dalam-raker-perdana-dengan-dpr.jpg)