Tim Advokat Novel Baswedan Mengadu ke Komnas HAM

Diwakili M Isnur dan Muji Kartika Rahayu, Novel Baswedan mendesak Komnas HAM agar memantau proses hukum yang sedang dijalani penyidik senior KPK itu

Tim Advokat Novel Baswedan Mengadu ke Komnas HAM
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Tim advokat Novel Baswedan ketika mengadu ke Komnas HAM, Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim advokat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyambangi kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Diwakili M Isnur dan Muji Kartika Rahayu, Novel Baswedan mendesak Komnas HAM agar memantau proses hukum yang sedang dijalani penyidik senior KPK itu.

Baca: OC Kaligis Beberkan Alasan Gugat Kejaksaan Agung Terkait Kasus Novel Pada 15 Tahun Silam

Kedatangan dua tim advokat Novel disambut Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dan Wakil Ketua Komnas HAM Sandrayati Moniaga di ruang pengaduan Komnas HAM.

"Saya Isnur dan Mbak Kanti, wakil dari kuasa hukum Novel Baswedan, ke sini hendak datang dan mengingatkan dan mendesak Komnas HAM untuk menindaklanjuti dan kembali memberikan perhatian yang lebih serius terhadap Novel Baswedan, yang hingga hari ini sudah 967 hari tidak terungkap perkaranya," ucap Isnur.

Isnur menjelaskan pada 21 Desember 2018, Komnas HAM merilis hasil pemantauan atas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Berdasarkan hasil pantauan tersebut, kemudian Polri Membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

"Kita ketahui setahun yang lalu, 21 Desember 2018, Komnas HAM merilis laporan untuk pemantauan atas Novel Baswedan. Di dalamnya ditemukan banyak hal adanya abuse of process dan lain-lain. Atas dasar temuan Komnas HAM itu, pada 8 Januari 2019, Pak Kapolri Pak Tito waktu itu membentuk TGPF," kata Isnur.

"Tapi hingga hari ini tim yang dibentuk atas dasar rekomendasi Komnas HAM juga belum berhasil mengungkap siapa aktornya, siapa penyerangnya. Ini sudah setahun. Dan ini juga sudah melewati tenggat yang diberikan oleh Pak Presiden. Jadi, ketika pelantikan Pak Kapolri yang baru, Pak Idham Aziz, ini juga memberikan satu bulan, sudah lewat waktu lagi. Pak Kapolri mengungkapkan pelakunya gitu," sambungnya.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved