Munas Partai Golkar

Pengamat: Munas Golkar Mulus Karena Ada Kompromi Jabatan

Salah satunya, ujar Lucius, adalah lobi yang dilakukan para petinggi dan pejabat senior partai berlambang pohon beringin itu.

Pengamat: Munas Golkar Mulus Karena Ada Kompromi Jabatan
Tribunnews/JEPRIMA
Seksi Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo saat menghadiri acara Musyawarah Nasional X Partai Golkar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019). Bambang Soesatyo menyatakan mundur dari pencalonan Ketua Umum Partai Golongan Karya atau Golkar. Pengunduran tersebut dilakukan usai bertemu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Politikus Senior Golkar Luhut Binsar Pandjaitan, dan Aburizal Bakrie. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat dari Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menuturkan, musyawarah nasional (Munas) Partai Golongan Karya (Golkar) yang mulus, tak lepas dari hasil kompromi jabatan.

Salah satunya, ujar Lucius, adalah lobi yang dilakukan para petinggi dan pejabat senior partai berlambang pohon beringin itu.

Hal itu disampaikan Lucius pada diskusi Smart FM Network "Setelah Munas Mulus Partai Golkar" di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019).

"Munas kali ini menjadi antiklimaks huru hara justru lebih panas sebelum Munasnya, justru pas Munas mulus. Saya kira ada proses lobi di forum Munas antara senior-senior Golkar, saya menyakini ada lobi biar Airlangga mulus menjabat ketua," ujar dia.

Baca: Wapres Maruf Amin Akan Tutup Munas X Golkar Malam Ini

Baca: 11 DPD I dan DPD II Golkar Dukung Airlangga Ketum dan Capres 2024

Ia menambahkan berbeda dengan Munas partai sebelumnya yang diwarnai konflik hingga perpecahan, munas kali ini berlangsung adem.

"Hampir pasti semua keputusan munas ini kompromi yang ada isinya misalnya jaminan jabatan di DPR atau MPR misalnya," kata Lucius.

Padahal menurut Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, Munas yang berlangsung selama tiga hari itu juga tak lepas dari pertarungan yang keras.

Namun, menjadi komitmen pengurus dan petinggi partai agar mengedepankan soliditas dan kebersamaan.

"Dinamika jelang munas itu tinggi tapi ada yang mengalah, menurunkan tensi, Ketua MPR kita dapat. Partai Golkar solid, kita tidak ingin terbelah," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Airlangga Hartanto kembali terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar tanpa perlawanan sengit dari Bambang Soesatyo.

Ketua MPR itu, menyatakan mundur dari bursa pencalonan ketum sehari sebelum penetapan Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved