Fraksi PKS DPR Dorong Pemerintah Kreatif dan Inovatif Hadirkan Energi Listrik Terbarukan

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI menyelenggarakan Diskusi Publik menyorot persoalan listrik nasional untuk kesejahteraan rakyat.

Fraksi PKS DPR Dorong Pemerintah Kreatif dan Inovatif Hadirkan Energi Listrik Terbarukan
Istimewa
Fraksi PKS gelar diskusi publik menyorot persoalan listrik nasional untuk kesejahteraan rakyat pada hari ini Selasa (10/12/2019) di Kantor Fraksi PKS DPR RI Senayan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI menyelenggarakan Diskusi Publik menyorot persoalan listrik nasional untuk kesejahteraan rakyat pada hari ini Selasa (10/12/2019) di Kantor Fraksi PKS DPR RI Senayan.

Diskusi ini menghadirkan narasumber antara lain, Agung Firman Sampurna (Ketua BPK), Sa'adiah Uluputti (Anggota Komisi VII DPR/FPKS), dan Tulus Abadi (YLKI).

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan bahwa listrik dan elektrifikasi ini sektor vital bagi bangsa Indonesia.

Kebutuhannya semakin besar sementara sumbernya secara konvensional terbatas.

Untuk itu pemerintah dituntut kreatif dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan listrik yang tidak membebani rakyat terlalu berat.

"Hidup kita hari ini nyaris 100 persen tergantung listrik dengan kebutuhan yang semakin meningkat setiap tahun. Dan kebutuhan terbesar ada pada sektor rumah tangga. Kalau kapasitas suplai dan distribusi listrik kita masalah bisa terbayang potensial kerugiannya. Dan kita mengalami beberapa waktu lalu khususnya di Jakarta," kata Jazuli.

Baca: Harus Bersepatu Boots 7 Tahun Lamanya Saat di Dapur, Pria Ini Akhirnya Temukan Penyebab Sepelenya

Pernyataan Jazuli tersebut didukung data yang menunjukkan bahwa 48,85% listrik nasional disedot sektor rumah tangga, baru sektor industri 32,44% dan sektor bisnis 18,23%. Selebihnya 7,48% tersebar di pelanggan sosial dan publik.

Fraksi PKS mengapresiasi capaian elektrifikasi Indonesia yang sudah mencapai 98,86% berdasarkan laporan Kementerian ESDM.

Baca: Nenek Rumini Akhirnya Bisa Merasakan Aliran Listrik di Rumahnya, 19 Tahun Menumpang Tetangganya

Baca: Tanggapi Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, PKS: Belum Ada Keperluan Mendesak

Meski masih harus dicek betul data tersebut, mengingat banyak daerah yang masih mengeluhkan soal suplai listrik terutama di pelosok-pelosok.

Jika capaian itu benar, Fraksi PKS memberi catatan dua hal penting:

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved