Kasus Novel Baswedan

Jokowi Sampaikan Hasil Pertemuan Tertutup dengan Kapolri Selama 20 Menit di Istana

‎Untuk diketahui Jokowi sudah sering ‎memberi penambahan waktu kepada Polri untuk mengusut kasus Novel.

Jokowi Sampaikan Hasil Pertemuan Tertutup dengan Kapolri Selama 20 Menit di Istana
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kiri) usai penyematan tanda pangkat dalam rangkaian upacara pelantikan Kapolri di Istana Negara, Jumat (1/11/2019). Idham Azis dilantik menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Mendagri. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan hasil pertemuan tertutup selama kurang lebih 20 menit dengan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis di Istana Negara, Senin (9/12/2019) kemarin.

"Kemarin Kapolri sudah saya undang, saya tanyakan langsung ke Kapolri. Saya ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada proges atau ndak," ujar Jokowi di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Lantas bagaimana jawaban Kapolri?

Jokowi menuturkan versi Kapolri sudah ada temuan baru yang menuju pada kesimpulan.

"Dijawab ada temuan baru menuju kesimpulan. Oleh sebab itu saya tidak kasih waktu lagi. Saya bilang secepatnya segera diumumkan," tutur Jokowi.

Baca: Jokowi Perintahkan Kapolri Tuntaskan Kasus Novel Baswedan dalam Hitungan Hari

Pada pucuk pimpinan Polri itu, Jokowi memerintahkan pengungkapan kasus tidak hanya hitungan bulan tapi hitungan hari.

Ditanya apa temuan baru yang disampaikan Kapolri?

Jokowi menolak menjawab.

Dia meminta awak media menanyakan langsung pada Kapolri.

"‎Tanya langsung ke Kapolri, yang jelas sudah disampaikan ke saya temuan barunya seperti apa," tambahnya.

‎Untuk diketahui Jokowi sudah sering ‎memberi penambahan waktu kepada Polri untuk mengusut kasus Novel.

Jokowi sempat memberikan waktu tambahan tiga bulan sejak Polri membentuk tim khusus pada Juli 2019.

Hingga ‎masa kerja tim khusus selesai pada 31 Oktober 2019, belum ada titik terang kasus Novel.

Jangankan otak pelaku, orang lapangan yang menyiram air keras itu hingga kini masih berkeliaran.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved