3 Hari Sisir Jalur Trans Jawa, Kakorlantas Optimis Jajarannya Beri Pelayanan Terbaik Saat Nataru
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono melanjutkan tinjaunnya ke Simpang Empat Karanglo, Malang, Jawa Timur, Rabu (11/12/2019)
Editor:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono melanjutkan tinjaunnya ke Simpang Empat Karanglo, Malang, Jawa Timur, Rabu (11/12/2019).
Diketahui, Kakorlantas Polri sejak Senin (9/12/2019) menyisir jalur Trans Jawa, mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur dalam rangka meninjau kesiapan pengamanan mudik natal dan tahun baru.
Kakorlantas mengatakan di Simpang Empat Karanglo, Malang, banyak titik konflik arus lalu lintas di antaranya titik pertemuan jalan dari arah Batu menuju Surabaya, baik jalan tol maupun arteri.
Baca: Cek Kesiapan Pengamanan Untuk Nataru, Kakorlantas Tinjau Perlintasan Purwosari dan Simpang Mengkreng
"Kemudian dari Malang pun demikian ke Surabaya, ke Batu hampir tidak ada masalah kalau lurus pakai arteri ada underpass baik dari Surabaya maupun dari Malang," kata Kakorlantas di Simpang Empat Karanglo, Malang.
Kemudian, dari arah Surabaya menuju Batu khususnya yang menuju Simpang Empat Karanglo, menurut Kakorlantas ada titik konflik yang harus dikelola dengan baik.
"Kemudian dari Batu ada simpangan sebidang antara lain rel kereta api. Ini juga jadi hambatan yang perlu dikelola dengan bagus," katanya.
Baca: Dua Ruas Tol ini Digratiskan Saat Natal 2019, Berikut Rinciannya
Menurut Kakorlantas, berdasarkan data dengan adanya Tol Malang-Surabaya angka kecelakaan lalu lintas menurun cukup signifikan.
"Ini sangat membantu kita dan kemacetan pun juga sudah terbantu karena ada underpass. Pelanggaran-pelanggaran pun sudah mulai turun karena di titik arteri sebagian pengendara pindah ke jalan tol," ucapnya.
Siapkan rekayasa lalu lintas di jalur wisata
Mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalur wisata Malang dan Batu, kepolisian pun sudah menyiapkan antisipasinya.
Di antaranya dengan menyiapkan rekayasa arus lalu lintas berupa sistem buka tutup.
Hal tersebut penting mengingat di jalur wisata tersebut ada titik rawan kemacetan akibat pasar tumpah dan lain sebagainya.
"Kita sudah atur dan rekayasanya seperti apa. Kalau pasar tumpah harus koordinasi dengan lintas sektoral lainnya agar titik wisata berjalan lancar," kata Kakorlantas.
Baca: Strategi Polri Cegah Kecelakaan di Tol Cipali dan Penumpukan Kendaraan di Rest Area Saat Nataru
Selain itu, untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, dilakukan pembatasan angkutan barang yang rencananya diberlakukan pada 21, 22, dan 25 Desember 2019.
Tidak hanya itu, kepolisian pun melakukan penebalan pengamanan.
"Tentu ada di penguatan, akan kita tambahkan (personel). Selain di titik ini ada titik lain yang perlu di cover. Koordinasi lintas sektoral sudah siap semua termasuk menghadapi musim hujan ini. Ada banjir dan longsor kita sudah siapkan," katanya.
Angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan
Berdasarkan hasil tinjauannya selama tiga hari mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Kakorlantas Polri melihat jajarannya sudah siap untuk mengamankan mudik natal dan tahun baru.
"Saya lihat kesiapan Polda, dari Polda Jabar, Jateng dan Jatim, kita lihat hari ini infrastruktur sudah siap semuanya," katanya.

Ia pun menilai bila koordinasi yang dilakukan jajarannya sudah bagus termasuk mengelola titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
"Kemudian lokasi wisata, pelabuhan, dan sentra ekonomi telah ditata dan dimanage dengan bagus," katanya.
Atas hal tersebut, Kakorlantas optimis jajarannya bisa memberikan pelayanan terbaik dalam pengamanan mudik natal dan tahun baru.
Kakorlantas pun menargetkan bila angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan.
"Paling tidak 10 sampai 20 persen lah (angka kecelakaan) turun," katanya.