Jokowi Tegaskan Ahok dan Dirut Pertama untuk Turunkan Impor Minyak dan Gas

Jokowi meminta kepada Komisaris Utama Pertamina Ahok dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk menurunkan nilai impor migas dan bangun kilang

Jokowi Tegaskan Ahok dan Dirut Pertama untuk Turunkan Impor Minyak dan Gas
Tangkap Layar YouTube KompasTV
Jokowi Minta Pertamina Segera Bangun Kilang Minyak 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk menurunkan nilai impor minyak dan gas.

Hal tersebut ditujukan untuk menekan defisit pada neraca perdagangan Indonesia.

Hingga Oktober 2019, neraca perdagangan migas masih defisit 7,27 miliar dollar AS.

Penyebab defisit tersebut adalah impor minyak mentah dan hasil minyak tercatar 4,43 miliar dollar AS, dan 11,12 miliar dollar AS.

Impor Minyak
Impor Minyak (YouTube Kompas TV)

Upaya penekanan migas dilakukan dengan penggunaan B-30 per Januari 2020 mendatang.

Selain itu, produksi minyak dalam negeri harus ditingkatkan.

Untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri diperlukan pembangunan kilang minyak.

"Itu harus. Masa sudah 34 tahun tidak bisa membangun kilang minyak? Kebangetan," tutur Jokowi yang Tribunnews kutip melalui YouTube Kompas TV, Rabu (11/12/2019).

Jokowi juga menyampaikan akan mengawal perkembangan rencana pembangunan kilang minyak tersebut.

"Akan saya ikuti terus juga progresnya, prosentasenya sampai sejauh mana," tegasnya.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (YouTube Kompas TV)
Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved