Kamis, 4 Juni 2026

Hadapi Krisis Global, Yenny Serukan Narasi Bersama

Yenny Wahid jadi pembicara dalam konferensi internasional Meeting of Minds (MeMinds) di Jakarta.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
Ist for tribunnews.com
Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, dalam konferensi internasional Meeting of Minds (MeMinds) di Opus Grand Ballroom, The Tribrata, Jakarta, Rabu (11/12/2019). 

Kata Yenny, agama memberikan pedoman bagaimana kita menjalani hidup. Sejak hari kita dilahirkan sampai hari kita mati.

Di sana, agama jelas merupakan kekuatan. Mengutip World Economic Forum, sebanyak 80 persen populasi dunia percaya pada keyakinan agama.

"Tetapi, sekali lagi, mengapa kita tidak mampu menggunakan kekuatan tersebut untuk membuat orang mengambil tindakan menyelamatkan bumi?” Yenny bertanya.

Kepercayaan kepada agama, menurut Yenny Wahid, sebagian besar dimotivasi oleh emosi – yang dalam Islam disebut iman: keyakinan yang mendorong suatu tindakan. Atau, dalam Buddha, dikenal sebagai dharma, yang memotivasi orang untuk berbuat baik.

”Agama telah menjadi sumber motivasi dan kekuatan kemajuan besar sepanjang sejarah umat manusia. Banyak prestasi besar dicapai atas nama agama. Namun, dalam dunia yang semakin terpolarisasi oleh identitas politik, agama seringkali disalahgunakan untuk kepentingan tertentu,” tambahnya.

Namun, sejatinya bukan cuma agama yang menyebabkan ”suhu emosional” dunia meningkat. Ras dan etnis, kelas sosial dan ekonomi, jurang besar antara si kaya dan si miskin, semua juga berpotensi membuat orang galau.

Jadi? Untuk menghadirkan narasi dunia yang lebih baik, Yenny Wahid berpendapat, perlu dilakukan pertemuan pikiran (Meeting of Minds) untuk membantu membimbing orang ke arah yang benar.

”Cuma, pertemuan pikiran hanya dapat dicapai ketika ada pertemuan hati. Hanya ketika Anda memenangkan hati, Anda dapat mengubah pikiran,” pungkasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved