Pengamat: Jika Terpilih Kembali Jadi Ketum PAN, Zulhas Akan Buat Sejarah
Sejarah itu akan terjadi apabila Zulhas, begitu Zulkifli Hasan biasa disapa, kembali terpilih sebagai Ketum PAN untuk kedua kalinya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berpotensi membuat sejarah.
Sejarah itu akan terjadi apabila Zulhas, kembali terpilih sebagai Ketum PAN untuk kedua kalinya.
Hendri mengatakan hingga saat ini belum ada kader yang mampu memegang tampuk kepemimpinan PAN dua periode.
Baca: Kementerian Pertanian Gugat Majalah Tempo, Begini Tanggapan Pengamat Hendri Satrio
Baca: Rakernas PAN Ricuh, Gerindra Pastikan Tidak Akan Ikut Campur
Baca: Amien Rais Tunjukkan Sinyal Tak Sepaham dengan Zulkifli Hasan: Ada Tokoh PAN Kok Takut Sama Orang
"Tantangan bagi Zulhas ada dua, yakni kubu non zulhas dan sejarah. Sebab sejarahnya belum ada Ketum PAN (yang menjabat) dua periode. Kalau Zulhas menang (terpilih kembali, - red), dia bikin sejarah," ujar Hendri, Kamis (12/12/2019).
Founder lembaga survei KedaiKOPI tersebut mengatakan sejak awal bursa ketum PAN memang selalu berlangsung sengit. Seperti halnya persaingan terdahulu antara Zulhas dan Hatta Rajasa.
Namun Hendri melihat sedikit perbedaan dalam pertarungan memperebutkan kursi nomor satu di PAN tersebut.
Keputusan akan bergabung menjadi oposisi atau justru koalisi pemerintah dinilai sebagai pembeda.
"Tapi kali ini berbeda karena juga berkaitan dengan keputusan akan bergabung dengan koalisi Jokowi atau oposisi Jokowi. Nah pertarungannya akan menuju ke pertarungan ini," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, PAN menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang beragendakan penentuan jadwal serta tempat Kongres Partai, di Hotel Milenium Jakarta, Sabtu, (7/12/2019).
Hingga saat ini, belum ditentukan lokasi Kongres yang salah satu agendanya memilih Ketua Umum PAN tersebut.
Wakil Ketua Umum Totok Daryanto mengatakan terdapat sembilan tempat yang menjadi kandidat lokasi Rakernas yang dijadwalkan berlangsung pada awal 2020 itu.
Kesembilan tempat tersebut yakni Sumut, Sumbar, Lampung, DKI Jakarta, Yogya, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Papua, dan Kalimantan Selatan.
"Ada sembilan tempat, sudah tahu semua kan? ada Sulawesi, DKI, ada lain-lain ya, itu kita serahkan pada DPP untuk nanti disurvei," katanya di lokasi Rakernas.
Belum disepakatinya lokasi Kongres menurut Totok karena semua lokasi memiliki semangat yang sama untuk menggelar Kongres. Para pengurus PAN masing-masing wilayah tersebut ingin menjadi tuan rumah.
"Suatu kebanggaan bagi kader kalau daerahnya menjadi ajang kegiatan partai tentu kebanggaan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/zulhas-nnnnnn.jpg)