Penghapusan Ujian Nasional
Pengamat Pendidikan Sebut Program Pengganti UN Nadiem Makarim Sudah Dikaji dan Pasti Lebih Baik
Budi Trikorayanto mengatakan penggantian ujian nasional (UN) menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, itu lebih baik.
TRIBUNNEWS.COM - Pengamat Pendidikan, Budi Trikorayanto mengatakan penggantian ujian nasional (UN) menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, itu lebih baik.
Diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Rabu (11/12/2019), mengumumkan pelaksanaan ujian nasional pada 2021 akan dihapus.
Perubahan program pendidikan dari Nadiem Makarim itu, Budi Trikorayanto mengatakan pasti lebih baik, karena sudah dilakukan beberapa kajian.
"Saya kira setiap perubahan sudah melalui kajian-kajian, dan pasti itu lebih baik," ujar Budi di Studio Menara Kompas, Rabu (11/12/2019), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Menurut Budi, program pengganti UN itu bertujuan untuk memberi kemerdekaan untuk guru dan dunia pendidikan.
"Lebih baik, karena ini dalam rangka untuk memerdekakan guru dan pendidikan," jelasnya.
Budi menyebut, dengan adanya pelaksanaan UN, guru dan pihak sekolah hanya fokus mempersiapkan UN saja.
"UN itu selama ini sudah membuat disorientasi pendidikan, sehingga guru dan sekolah fokusnya hanya ke UN," katanya.
Saat UN masih menjadi syarat kelulusan beberapa tahun yang lalu, menurut Budi, pelaksanaan UN waktu itu menjadi politik pendidikan.
"Apalagi ketika UN menjadi tolak ukur kelulusan, dan itu menjadi politik pendidikan daerah," lanjut Budi.
"Harusnya melihat UN itu bagian dari standar penilaian," imbuhnya.
Sebelumnya, Nadiem Makarim membenarkan adanya program pengganti ujian nasional (UN).
Pernyataan tersebut disampaikan Nadiem Makarim lewat tayangan di kanal YouTube Kompascom Reporter on Location yang diunggah pada Selasa (10/12/2019).
Meskipun akan diganti, Nadiem Makarim memastikan Ujian Nasional 2020 akan tetap dilaksanakan seperti rencana sebelumnya.
"Untuk 2020, UN akan dilaksanakan sesuai seperti tahun sebelumnya," ujar Nadiem saat Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nadiem-makarim-berkeliling-tinjau-kantor-kemendikbud_20191023_221215.jpg)