Pimpinan Baru KPK

Agus Rahardjo Curhat: 30 tahun Saya Bekerja yang Paling Berat di KPK

Setiap moment di lembaga antirasuah itu menjadi pengalaman dan kenangan tersediri bagi Agus Rahardjo. ‎

Agus Rahardjo Curhat: 30 tahun Saya Bekerja yang Paling Berat di KPK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPK periode 2015-2019 Agus Rahardjo berjabat tangan dengan Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean usai pelantikan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo melantik lima orang Dewan Pengawas KPK yaitu Tumpak Hatorangan Panggabean, Harjono, Albertina Ho, Artidjo Alkostar, dan Syamsudin Haris. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Mantan Ketua KPK periode 2015-2019 Agus Rahardjo mengaku pengalamannya selama empat tahun di KPK sangat berkesan.

Setiap moment di lembaga antirasuah itu menjadi pengalaman dan kenangan tersediri bagi Agus Rahardjo. ‎

Lantas apa suka duka selama dia menjadi pucuk pimpinan KPK?

Pada Tribunnews.com, Agus Rahardjo curhat sepanjang ‎karirnya mulai dari staf perencanaan pembangunan Bappenas, Direktur di Bappenas.

Baca: Tidak Lagi Jabat Pimpinan KPK, Agus Cs Bakal Sibuk Momong Cucu hingga Mengajar

Lanjut Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa publik (PPKPBJ), Kepala Lembaga Kajian Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)

Hingga menjadi Ketua KPK sejak 2015-2019, bekerja di KPK merupakan pekerjaan paling berat dan penuh tantangan.

"‎Suka dukanya, saya harus terus terang. Lebih dari 30 tahun saya bekerja, yang paling berat itu ya di KPK," tutur Agus Rahardjo, Sabtu (21/12/2019).

Baca: Pukat UGM: Ada Potensi Pertarungan Relasi di KPK

Bagaimana tidak, ketika menjadi Ketua KPK, kediamannya di kawasan Bekasi sempat diteror. Hingga kini dirinya purnatugas, kasus itu tidak terungkap.

Hal yang sama, kasus yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan terjadi di era kepemimpinannya. Kini teror penyiraman air keras pada Novel juga buntu.

"Ya kita tetap berharap optimis itu terungkap. Termasuk kasus saudara Novel, itu hutangnya pimpinan juga. Kasus air keras belum terungkap, kan dari dulu selalu kurang sedikit, kurang sedikit. Ya kita sama-sama tunggu lah semoga terungkap," tuturnya.

Terakhir apakah ada wejangan khusus dari Agus untuk Ketua KPK yang baru, Firli Bahuri? Agus enggan bicara gamblang.

Dia tidak memungkiri sebelum pelantikan, Agus sudah berbicara banyak dengan Firli soal kondisi di internal KPK.

"Kami sudah ngobrol banyak. Paling tidak Pak Firli dan Pak Alex sudah tahu situasi di dalam KPK. Jadi bukan sama sekali blank. Sudah tahu budaya KPK seperti itu. Mudah-mudahaan KPK makin baik, kita kawal semua," tambahnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved