Susi Tanggapi Sikap Prabowo soal Natuna: Bedakan Pencurian Ikan dengan Persahabatan Negara
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti turut berkomentar terkait masuknya kapal China ke Natuna untuk menangkap ikan secara ilegal.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti turut berkomentar terkait masuknya kapal China ke Natuna untuk menangkap ikan secara ilegal.
Susi mneyebut, pemerintah harus dapat membedakan pencurian ikan dengan investasi dan persahabatan antar negara.
Pernyataan tersebut dituliskan Susi dalam akun media sosial Twitter pribadi miliknya, @susipudjiastuti, Sabtu (4/1/2020).
Susi manyatakan, perlakukan pencuri ikan dengan penegakkan hukum atas apa yang mereka lakukan.
Hal tersebut berbeda dengan upaya menjaga persahabatan antar negara atau iklim investasi.
"Persahabatan antar negara tidak boleh melindungi pelaku pencuri ikan dan penegakan hukum atas pelaku Ilegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF).
Tiongkok tidak mungkin dan tidak boleh melindungi pelaku IUUF.
Karena IUUF adalah kejahatan lintas negara," tulis Susi.

Tak hanya itu, Susi juga meminta Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menangkap dan menenggelamkan kapal asing yang masuk ke Natuna.
"KKP bisa minta dan perintahkan untuk tangkap dan tenggelamkan dengan Undang-Undang (UU) Perikanan Nomor 1945 Tahun 2009.
Jangan beri opsi lain, Laut Natuna diklaim China, TNI tingkatkan kesiagaan," tulis Susi, Jumat (3/1/2020).
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan, adanya penangkapan tiga kapal China yang melalui Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Perairan Natuna di Kepulauan Riau, tidak akan menghambat investasi dengan China.

"Kita cool saja, kita santai," ujar Prabowo, dikutip Tribunnews dari Kompas.com.
Prabowo menuturkan, soal tiga kapal asing milik China yang memasuki perairan Indonesia, pihaknya masih membahas untuk mencari solusi dengan kementerian lain.
"Ya saya rasa harus kita selesaikan dengan baik, bagamaimana pun adalah negara sahabat," jelas Prabowo.