Jadi Hakim Konstitusi, Daniel Yusmic Mengaku Tidak Mendapat Pesan Khusus dari Jokowi

Dipilih menjadi hakim konstitusi, Daniel Yusmic mengaku tidak mendapatkan pesan khusus dari Presiden Jokowi

Jadi Hakim Konstitusi, Daniel Yusmic Mengaku Tidak Mendapat Pesan Khusus dari Jokowi
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Hakim Konstitusi Daniel Yusmic Pancastaki Foekh. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Daniel Yusmic Pancastaki Foekh menjadi Hakim Konstitusi.

Daniel Yusmic sebelumnya diajukan panitia seleksi kepada Jokowi bersama dua nama lainnya, Suparman Marzuki dan Ida Budhiati.

Setelah proses pengucapan sumpah jabatan dihadapan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/1/2020), Daniel Yusmic mengaku tidak mendapatkan pesan khusus dari Presiden.

"Tadi hanya foto bersama. Saya kira sudah final untuk pilihan presiden, tidak ada pesan-pesan. Saya kira beliau pasti mengerti posisinya," kata Daniel Yusmic.

Baca: Mengenal Sosok Daniel Yusmic, Hakim Konstitusi Pilihan Jokowi

Sebagai pendatang baru di Mahkamah Konstitusi (MK), Daniel akan mengikuti sistem yang sudah terbangun di MK dan akan menyelesaikan gugatan yang masuk bersama hakim konstitusi lainnya.

"Berapapun jumlahnya yang akan digugat ke MK, saya kira sistem itu sudah terbangun dengan baik. Jadi saya sebagai newcomer akan ikut dengan sistem," kata Daniel.

Ia mengaku, telah mengenal secara baik Hakim Konstitusi sebelumnya, seperti Saldi Isra dan I Dewa Gede Palguna yang berlatar belakang sebagai akademisi.

Baca: Pimpinan MPR Dukung Sikap Tegas Presiden Jokowi Jaga Kedaulatan Wilayah NKRI

"Kemudian Prof Arief, Prof Enny. Jadi sebenarnya saya sudah separuh di dalam," ucapnya.

Daniel yang merupakan dosen Fakultas Hukum Unika Atma Jaya, Jakarta bersama Suharyono resmi menjabat Hakim Konstitusi.

Halaman
123
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved