Sebagai Petahana, Zulkifki Berpeluang Besar Menang di Kongres PAN

"Kalau sesuai jadwal Februari ini akan digelar kongres, " ujar Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi

Sebagai Petahana, Zulkifki Berpeluang Besar Menang di Kongres PAN
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Viva Yoga Mauladi, di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar Kongres pada akhir Februari mendatang.

Salah satu agenda Kongres tersebut yakni memilih Ketua Umum yang baru.

Baca: PAN Dinilai Butuh Sosok Profesional Kelola Partai

"Kalau sesuai jadwal Februari ini akan digelar kongres, " ujar Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi dalam diskusi di Jakarta, Jumat, (10/1/2020).

Viva mengatakan bahwa tidak ada ketegangan di internal PAN terkait dengan agenda Pemilihan Ketua Umum. Adapun yang selama ini terjadi hanya dinamika politik biasa.

"Problem internal yang membuat ramai itu kan menurut saya merupakan bagian dari demokrasi," katanya.

Pada kesempatan yang sama Pengamat Politik UIN Adi Prayitno mengatakan bahwa sejauh ini baru Zulkifli Hasan yang tampak serius dalam pemilihan Ketua Umum PAN nanti.

Sebab, Zulkifli telah melakukan penggalangan kekuatan ke daerah daerah menjelang kongres.

Untuk diketahui terdapat sejumlah nama yang muncul dalam bursa ketua umum PAN, di antaranya yakni Zulkifli Hasan yang kini menjabat Ketum PAN, mantan Menpan RB Asman Abnur, mantan Ketua Fraksi PAN Mulfachri Haraharap, serta Wakil Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo.

"Zulkifli Hasan paling berpeluang menang di Kongres PAN karena berhasil menggalang dukungan 30 DPW dan 300 lebih DPD. Sementara calon lain senyap dan nyaris tanpa pergerakan berarti," katanya.

Sebagai calon Pertahan, menurut Adi Zulkifli mendapatkan sejumlah keuntungan. Salah satunya yakni menjalin komunikasi yang intensif dengan pengurus daerah.

"Tentu petahana punya keunggulan karena memiliki semua sarana untuk menggalang dukungan. Tapi yang paling penting adalah intensitas komunikasi. Ini rasanya yang dimiliki Zul dan belum dimiliki calon lain," katanya.

Adi menyarankan kepada bakal calon Ketum PAN lainnya untuk mulai berani tampil menggalang kekuatan.

Baca: Sejauh Ini, Zulhas Dinilai Masih Jadi Calon Terkuat Ketum PAN

Karena menurutnya perlu kerja ekstra untuk menandingi Zulkifli yang kini menjabat pimpinan partai.

"Zulkifli selama 5 tahun berkomunikasi intens dengan pengurus daerah sementara Asman dan Dradjad rasanya baru akhir akhir ini terlihat turun. Perlu kerja ekstra keras meyakinkan pemilih yang selama 5 tahun tidak disentuh," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved