KPK Akan Periksa Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggagendakan pemeriksaan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Kamis (16/1/2020).

KPK Akan Periksa Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan
Bobby Constantine Koloway
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, dan Ketua DPW PAN Jatim, Masfuk hadir pada acara Rakerwil PAN Jatim, Minggu (12/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggagendakan pemeriksaan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Kamis (16/1/2020).

Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014 dengan tersangka PT. Palma Satu, anak usaha dari grup PT. Duta Palma Group.

Saat kasus suap ini terjadi, Zulhas merupakan Menteri Kehutanan.

"Kami periksa Zulkifli Hasan dalam kapasitas saksi untuk tersangka PT. Palma," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dimintai konfirmasi, Kamis (16/1/2020).

Selain Zulhas yang kini menjabat Wakil Ketua MPR, penyidik juga menjadwalkan memeriksa mantan Direktur Perencanaan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan Marsyud.

Baca: Penangkapan Eks Komisioner KPU Dinilai Tidak Masuk Kategori OTT, Ini Alasannya

Seperti halnya Zulhas, Masyud juga diperiksa dalam kapasitas saksi untuk tersangka korporasi PT. PALMA.

Diketahui, KPK menetapkan anak usaha PT. Duta Palma Group, PT. Palma Satu sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014.

Selain korporasi, KPK juga menetapkan pemilik PT. Darmex Group/PT. Duta Palma, Surya Darmadi dan Legal Manager PT. Duta Palma Group, Suheri Terta.

Penetapan  tersangka terhadap ketiga pihak tersebut merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap alih fungsi hutan Riau yang sebelumnya menjerat Annas Maamun selaku Gubernur Riau dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, Gulat Medali Emas Manurung serta Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Riau Edison Marudut Marsadauli Siahaan.

Surya Darmadi bersama-sama Suheri diduga menyuap Annas Maamun sebesar Rp3 miliar melalui Gulat Manurung.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved