Komisi III DPR Minta Kejagung Lakukan Percepatan Penanganan Skandal Jiwasraya

Taufik Basari meminta Jaksa Agung melakukan percepatan dalam penanganan skandal kasus Jiwasraya.

Komisi III DPR Minta Kejagung Lakukan Percepatan Penanganan Skandal Jiwasraya
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Politikus Nasdem Taufik Basari 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III dari Fraksi NasDem Taufik Basari meminta Jaksa Agung melakukan percepatan dalam penanganan skandal kasus Jiwasraya.

Hal itu disampaikan Taufik dalam rapat antara Komisi III dengan Kejaksaan Agung membahas perkembangan penanganan Jiwasraya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta , Senin, (20/1/2020).

"Saya mohon agar ada percepatan ya dalam setiap proses yang dilakukan Kejagung termasuk juga bagaimana jaksa Agung dalan proses yang berlangsung melakukan kajian dalam membantu pemerintah menjamin hak-hak nasabah bisa terpenuhi,"kata Taufik dalam rapat.

Baca: Komisi III Akan Bentuk Panja Jika Penjelasan Kejagung Soal Jiwasraya Kurang Memuaskan

Menurutnya kecepatan dan kepastian penanganan Jiwasraya penting karena berkaitan dengan roda perekonomian negara dan kepercayaan publik dalam melakukan investasi.

"Karena Kejaksaan Agung mempunyai hak untuk memanggil dan sebagainya," katanya.

Mendengar pertanyaan tersebut, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan bahwa dalam menangani skandal Jiwasraya Kejagung berusaha secepat dan semaksimal mungkin.

Baca: Arya Sinulingga Pastikan Dana Nasabah Jiwasraya Dibayar: Pak Erick Thohir Bilang Mulai Februari

"Untuk jiwasraya kecepatan kami juga speed pak insyallah kami akan kesana," katanya.

Hanya saja Kejaksaan hanya fokus pada penegakan hukum. Tidak sampai pada pengembalian uang milik nasabah Jiwasraya.

"Kami hanya mengambil soal penegakan hukumnya. Walaupun kami akan dukung kementrian BUMN soal itu, kami akan fokus ada pelanggaran apa di situ sampai tuntas," katanya.

Baca: Politikus PDIP: Pansus Jiwasraya Hanya Akan Menimbulkan Kegaduhan Baru

Untuk pengembalian uang nasabah Kejaksaan akan membantu dalam pendataan dan penyitaan aset milik lima orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun 5 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi defisit keuangan perusahaan tersebut yakni: Komisaris PT Hanson, Benny Tjokrosputro; Eks Direktur Keuangan PT Jiwasraya, Hary Prasetyo; Presiden Komisaris PT Tram, Heru Hidayat; Eks Dirut Jiwasraya, Hendrisman Rahim; Eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan.

"Tapi utamanya, selain kami melakukan hukuman tapi kami juga akan usaha untuk pengembalian ini yang terpenting juga dan kami juga sedang mendata. Dengan melakukan penyitaan-penyitaan harta untuk lima tersangka ini itu kami lakukan untuk dalam ranhka nasabah terpenuhi,"pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved