Menkumham Diprotes Warga
Stafsus Wapres Minta Massa Demo Maafkan Pernyataan Yasonna soal Tanjung Priok
Untuk itu, dirinya meminta kepada massa yang berunjuk rasa agar memaafkan pernyataan Menkumham Yasonna.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Istana Wakil Presiden menanggapi soal Massa Priok yang berunjuk rasa di kawasan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), Jakarta Selatan. Para pendemo bahkan menyeret nama Ma'ruf Amin yang merupakan warga asli Priok.
Seperti diketahui, demo tersebut merupakan buntut dari pernyataan Menkumham Yasonna Laoly pada yang mengidentikkan tanjung priok dekat dengan kekerasan dan tindakan kriminal.
Staf Khusus Wakil Presiden Masduki Baidlowi menyebut bahwa betul Wapres Ma'ruf Amin tumbuh dan besar di Priok, meskipum kini Ma'ruf tinggal di Kecamatan Koja. Namun, kecintaan Ma'ruf pada Priok, dikatakan Masduki, sudah terbentuk sejak lama.
Baca: Yasonna Laoly Anggap Buntut Panjang Polemik Tanjung Priok karena Adanya Ketidakpahaman
Baca: Punya Pandangan Lain Soal Omnibus Law? Menko Mahfud Sarankan Mengadu Ke DPR
"Saya kira kalau wapres itu punya kecenderungan menghindari kegaduhan-kegaduhan. Jangan sampai persoalan-persoalan sepele itu kemudian menjadi gaduh," kata Masduki ketika dihubungi, Rabu (22/1/2020).
Untuk itu, dirinya meminta kepada massa yang berunjuk rasa agar memaafkan pernyataan Menkumham Yasonna.
"Saya kira perlu ada solusi antara warga priok untuk memberikan semacam tak terlalu keras begitulah untuk memberikan pernyataan kepada Pak Yasonna. Begitu juga saya kira Pak Yasonna saya kira lebih pada keseleo lidahnya untuk menyampaikan sesuatu yang akhirnya membuat warga priok merasa tak nyaman dan merasa tak enak," ujarnya.
Dirinya yakin warga Priok akan mengikuti apa yang bagaimana sifat pemaaf dari Wapres Ma'ruf.
"Yang mana sebenarnya itu tak dimaksudkan untuk menyakiti, itu keseleo lidahnya," pungkas Masduki