Menkumham Diprotes Warga
Yasonna Laoly Anggap Buntut Panjang Polemik Tanjung Priok karena Adanya Ketidakpahaman
Terkait polemik Tanjung Priok yang kini dihadapinya, Yasonna menganggap ini merupakan ketidakpahaman dari beberapa pihak.
Penulis:
Ika Nur Cahyani
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Terkait polemik Tanjung Priok yang kini dihadapinya, Menkumham Yasonna Laoly menganggap ini merupakan ketidakpahaman dari beberapa pihak.
"Itu sebetulnya ketidakpahaman, tidak mendengar secara utuh," ungkapnya dilansir dari tayangan 30 Minutes With Yasonna Laoly di Berita Satu (21/1/2020).
Ia menceritakan kronologi sebelum pernyataannya tentang Tanjung Priok, yang kini ramai diperbincangkan publik.
"Kita di lapas kota Cipinang ada Menteri Sosial, Kepala BNN, KBNPT," jelasnya.
"Bahkan setelah saya menerangkan konsep kriminalitas, mereka berkata wah baru jelas, dan mereka justru mengatakan wah ini perlu penjelasan seperti ini," tambahnya Yasonna.
Menurutnya media terkadang kurang memahami konteks yang dia sampaikan.
"Kadang-kadang media tidak memahami konteks seutuhnya, dan ada orang memanfaatkan ini untuk membuat heboh," ujarnya.
Politisi PDI-P ini menambahkan, dirinya sedih lantaran ada anggota DPR yang mengutip sepotong pidatonya.
"Yang saya sedih itu kan, ada anggota DPR justru yang mengutip hanya sepotong dan memviralkannya, dan disambut yang lain-lain, itu kan menyedihkan," jelasnya.
Dalam pidatonya di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta itu ia menjelaskan sebab lahirnya kriminalitas.
"Saya katakan kepada mereka, jadi kejahatan itu disebabkan oleh faktor-faktor sosial ketimbang faktor-faktor genetik, biologis," jelasnya
"Seperti kemiskinan, pengangguran dan lain-lain."
Setelah itu ia memberi perumpamaan dengan menyebutkan Tanjung Priok dan Menteng.
Saat itu dia juga mengimbau mengimbau agar masyarakat juga memahami masalah ini dan ikut mencari jalan keluarnya dengan memperbaiki daerah kumuh.
Aksi Massa Tanjung Priok di Depan Kantor Kemenkumham