Arab Saudi Lebih Fokus Tingkatkan Pelayanan bagi Jemaah Indonesia

Saat ini Arab Saudi, dikatakan Essam, akan lebih meningkatkan pelayanan untuk para jemaah haji dan umrah Indonesia.

Arab Saudi Lebih Fokus Tingkatkan Pelayanan bagi Jemaah Indonesia
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
Peserta mengikuti manasik umrah di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (23/6/2013). Akibat adanya kebijakan pengurangan kuota calon jamaah haji (CJH) sebesar 20 persen dari Pemerintah Arab Saudi, kuota haji untuk Aceh tahun ini berkurang 784 orang dari 3.924 total jatah calon jamaah yang akan berangkat ke tanah suci. SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abbed al-Thaqafi menyebut pihaknya belum membahas soal penambahan kuota haji untuk jemaah Indonesia, dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Saat ini Arab Saudi, dikatakan Essam, akan lebih meningkatkan pelayanan untuk para jemaah haji dan umrah Indonesia.

"Di antaranya dengan program tarikh mekah, di mana semua hal-hal administrasi bisa diselesaikan di negara tersebut sebelum para jemaah haji itu pergi ke arab, sehingga di sana akan mengurangi waktu untuk kepengurusan administrasi," ujar Essam di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020).

Baca: Bertemu Maruf Amin, Arab Saudi Ungkapkan Minatnya Berinvestasi untuk Ibu Kota Negara Baru

Penambahan kuota haji, dikatakan Essam,  melihat sejumlah pertimbangan yang ada. Salah satu di antaranya yakni soal jumlah penduduk, di mana pada tahun lalu, jumlah jemaah haji asal Indonesia sekitar 230 ribu orang.

"Kami sebetulnya akan sangat berbahagia sekali menerima sebanyak mungkin jemaah haji, tapi yang harus diperhatikan adalah keselamatan dan juga kenyamanan para jemaah tersebut. Ada beberapa area seperti arafah dan mina, yang areanya sangat terbatas, sehingga penambahan kuota ini harus menunggu selesainya berapa proyek besar dalam hal perluasan area," lanjutnya.

Baca: Polri Cegah Pemberangkatan 23 PMI Ilegal ke Arab Saudi

Adapun pembahasan kuota haji, Essam melanjutkan, akan dibahas oleh petinggi kedua negara, yakni antara Presiden Joko Widodo dan Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud.

"Pada saat ini jumlahnya masih sama, dan kami sebagai tuan rumah bagi para jamaah haji berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah dan juga termasuk tentunya jamaah haji dari indonesia," pungkas Essam.

Adapun sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi meminta bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melobi Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud, terkait penambahan kuota jemaah haji Indonesia.

Permintaan bantuan Fachrul ke Jokowi, karena Presiden dikenal dekat dengan Raja Salman.

"Saya minta tolong beliau (Presiden) untuk bantu mem-backup, kami mengajukan tambahan 10 ribu jemaah (haji). Mudah-mudahan akan ada komunikasi dengan Raja Saudi," ujar Fachrul di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Fachrul menjelaskan, pemerintah Arab Saudi sebenarnya tidak memiliki kewenangan menambah kouta haji untuk berbagai negara, di mana yang menentukan yaitu Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Namun, dukungan dari Raja Salman diperlukan bagi Indonesia yang mengajukan tambahan jemaah haji sebanyak 10 ribu.

"OKI menentukan 221 ribu buat Indonesia, saya minta tambahan 10 ribu. Mereka bilang boleh, tapi ajukan secara fornal," papar Fachrul.

Baca: Konjen RI Jeddah Serahkan Surat Kepercayaan ke Kemlu Arab Saudi

Dalam Memorandum of Understanding (MoU) penyelenggaraan haji yang telah ditandatangani Facrul dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Taher Benten, Indonesia mendapat kuota haji sebesar 221 ribu kursi untuk 2020.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved