IAGL ITB: Akselerasi dan Hilirisasi Batu Bara dan Nikel Solusi Darurat Energi Indonesia
Defisit energi mengkhawatirkan, dimana kebutuhan minyak bumi nasional mencapai 1,7 juta barrel per hari, namun produksi harian hanya 600 ribu barrel
Ringkasan Berita:
- IAGL ITB merekomendasikan percepatan hilirisasi batu bara dan nikel untuk menghasilkan energi dan produk bernilai tambah.
- Indonesia menghadapi defisit energi serius, dengan kebutuhan minyak 1,7 juta barel per hari, sementara produksi hanya sekitar 605 ribu barel.
- IAGL ITB mendorong transisi ke energi listrik, eksplorasi agresif sumber energi, serta penguatan sinergi pemerintah, industri, dan akademisi untuk mencapai kedaulatan energi nasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Alumni Geologi Institut Teknologi Bandung (IAGL ITB) mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil langkah-langkah konkret menghadapi darurat energi nasional di tengah ketidakstabilan geopolitik dunia.
Empat rekomendasi dikeluarkan IAGL ITB, salah satunya mendorong akselerasi hilirisasi batubara dan nikel untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, termasuk pengembangan pembangkit listrik berbasis batubara yang lebih bersih dan ekosistem industri baterai nikel.
Ketua Umum IAGL ITB Abdul Bari menyampaikan rekomendasi kedua yaitu mendorong akselerasi transisi energi menjadi ekosistem energi listrik agar mengurangi penggunaan energi dari minyak bumi.
Sementara rekomendasi ketiga ialah memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dalam memastikan kebijakan energi nasional berjalan efektif dan tepat sasaran mencapai kedaulatan energi nasional.
"Mendorong eksplorasi agresif dan efektif guna memperkuat cadangan energi nasional dan memperkokoh landasan kedaulatan energi nasional," kata Bari menyebutkan rekomendasi keempat IAGL ITB saat Seminar Nasional Dinamika Geopolitik bertajuk Dinamika Geopoltik Dunia Terhadap Sustainability Industri Minerba, Minyak dan Gas Bumi Nasional di Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Baca juga: Prabowo Ingin Hilirisasi Diperluas ke Sektor Pertanian dan Perikanan
Bari menekankan, Indonesia saat ini menghadapi kondisi darurat energi nasional.
Menurutnya, defisit energi saat ini sangat mengkhawatirkan, dimana kebutuhan minyak bumi nasional mencapai 1,7 juta barrel per hari, namun produksi harian hanya mampu memenuhi 605.000 barrel per hari.
Kondisi ini diperburuk oleh ketidakstabilan geopolitik global yang mengganggu rantai pasok minyak bumi internasional.
"Jika konflik geopolitik dunia terus berlanjut, defisit energi ini diprediksi akan semakin menggerus perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan memeperkokoh kerja sama antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri agar dapat menentukan arah kebijakan yang terfokus dan strategis menanggapi isu ketidakstabilan energi nasional," ujarnya.
Di tengah ancaman defisit energi Indonesia, IAGL ITB memandang adanya peluang strategis untuk batubara dan nikel sebagai pilar energi. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat
menjadi solusi nyata.
Menurutnya, batubara di Indonesia memiliki sumber daya batubara sebesar 97 miliar ton dengan cadangan terbukti sekitar 32 miliar ton.
Hal itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan batubara terbesar di dunia.
Baca juga: 6 Perusahaan Jepang–Indonesia Uji Coba Lahan Bekas Tambang Batu Bara di Kalsel untuk Energi Bersih
Potensi ini berperan penting sebagai sumber energi, khususnya sebagai bahan bakar pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.
Selain itu, pengembangan hilirisasi batubara juga menjadi fokus strategis, antara lain melalui gasifikasi menjadi dimethyl ether (DME), peningkatan kualitas batubara (coal upgrading), serta penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
"Upaya tersebut diarahkan untuk menghasilkan energi yang lebih bersih, meningkatkan nilai tambah, serta mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan," kata Bari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/itbbatubara1222.jpg)