Rabu, 3 Juni 2026

Ditanya Nilai untuk 100 Hari Kerja Jokowi, Rocky Gerung: Saya Kasih 9

Pengamat politik Rocky Gerung memberi nilai 9 untuk 100 hari kerja Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Tayang:
Penulis: Faisal Mohay
YouTube Kompas TV
Pengamat politik Rocky Gerung memberi nilai 9 untuk 100 hari kerja Jokowi dan Ma'ruf Amin. 

"Saya kasih nilai 9," imbuh Rocky Gerung.

"9 dari berapa ?" tanya Hersubeno Arief.

"9 untuk kebohongan," kata Rocky Gerung.

Said Didu dan Hersubeno Arief tertawa mendengar jawaban dari Rocky Gerung tersebut.

Sebagai moderator Hersubeno Arief meminta Rocky Gerung memberikan penilaian tersebut sesuai dengan visi misi Jokowi dan Maruf Amin di pemerintahan.

"Supaya fair, harus ada tolak ukurnya. Saya baca visinya. Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Apakah kita sudah maju?" tanya Hersubeno Arief.

"Ukurannya dua aja kan. Presiden ditugaskan oleh konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memelihara orang miskin. Sudah mengalami kemajuan?" kata Rocky Gerung.

Lebih lanjut, Rocky Gerung pun mengungkap soal dua poin penting yang tidak Jokowi lakukan sebagai Presiden.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu dalam Sapa Indonesia Malam, Jumat (6/12/2019). Said Didu memyebut Ari Askhari sebagai penikmat jabatan.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu dalam Sapa Indonesia Malam, Jumat (6/12/2019). Said Didu memyebut Ari Askhari sebagai penikmat jabatan. (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

"Maju mencerdaskan juga iya, karena anak didik kita makin cerdas menghafal nama-nama ikan. Memelihara orang miskin ya orang miskin bertambah. Jadi dua hal itu yang merupakan tugas wajib presiden, tidak beliau lakukan," ungkap Rocky Gerung.

"Makanya anda kasih nilai 9?" tanya Hersubeno Arief.

"Iya, kalau bisa 9,5," ucap Rocky Gerung.

Kemudian Rocky Gerung menjelaskan dua poin dalam visi misi Jokowi yakni mandiri dan gotong royong.

"Mandiri?" tanya Hersubeno Arief.

"Kita sama sekali enggak mandiri. Kalau kita mandiri kita enggak impor macem-macem. Bawang putih sampai antiobiotik kita impor," ungkap Rocky Gerung.

"Gotong royong?" tanya Hersubeno Arief lagi.

"Sampai sekarang, konflik horizontal, bahkan konflik identitas, konflik cebong dan kampret masih berlangsung. Di mana gotong royongnya ? Ada gotong royong, kabinetnya gotong royong. Gotong royong untuk berbohong," jelas Rocky Gerung.

(Tribunnews.com/Faisal Mohay)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved