Pemulangan WNI Eks ISIS

Pengamat Tegas Sebut Eks ISIS Telah Kehilangan Kewarganegaraan: Pemerintah Tak Perlu Ambil Pusing

Hikmahanto Juwana tegas sebut mantan anggota ISIS telah kehilangan kewarganegaraannya, sehingga ia meminta pemerintah agar tidak ambil pusing soal itu

Warta Kota/henry lopulalan
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM - Wacana pemulangan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS ke Tanah Air kini tengah menjadi polemik.

Sejumlah kalangan turut memberikan sorotan tajam sejak munculnya wacana tersebut.

Satu diantarannya yakni Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana.

Hikmahanto meminta agar pemerintah tidak ambil pusing dengan para WNI eks ISIS ini.

Ia mengungkapkan, berdasarkan undang-undang keberadaan mereka sudah tak lagi menjadi tanggung jawab dari pemerintah Indonesia.

Pernyataan ia sampaikan dalam program OPSI yang Tribunnews lansir dari YouTube metrotvnews, Selasa (11/2/2020).

s
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana (YouTube metrotvnews)

Hikmahanto menuturkan sejak mereka memutuskan bergabung kepada ISIS, maka sudah bukan lagi warga negara Indonesia.

Hal ini merajuk pada Undang-Undang Kewarganegaraan Pasal 23 yang berisi ketentuan tentang kehilangan kewarganegaraan Indonesia.

"Kalau menurut saya tidak bisa (dianggap WNI)," ujarnya.

"Kenapa? Kalau dilihat Pasal 23 UU Kewarganegaraan, mereka ini memenuihi alasan hilangnya kewarganegaraan," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved