Virus Corona

Inilah 2 Opsi Penjemputan 74 WNI di Kapal Diamond Princess, Mana yang Lebih Baik?

Sejak beberapa waktu lalu, pemerintah telah menyusun rencana penjemputan 74 WNI dari kapal pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang.

Inilah 2 Opsi Penjemputan 74 WNI di Kapal Diamond Princess, Mana yang Lebih Baik?
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Kapal rumah sakit KRI dr Soeharso sandar di Dermaga Madura, Komando Armada II Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020). Pemerintah menyiapkan KRI dr Soeharso untuk menjemput 74 WNI yang menjadi kru Kapal Pesiar Diamond Princess di Jepang. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM - Sejak beberapa waktu lalu, pemerintah telah menyusun rencana penjemputan 74 WNI dari kapal pesiar Diamond Princess di perairan Yokohama, Jepang.

Namun, hingga kini pemerintah belum memutuskan bagaimana rencana tersebut.

Ini lantaran, pemerintah masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Jepang.

Sebelumnya, otoritas Jepang melakukan pemindaian atau pemeriksaan kepada seluruh kru dan penumpang kapal.

Rencananya, hasil screening itu akan diumumkan pada Sabtu, (22/2/2020).

Kendati demikian, pemerintah telah menyiapkan dua opsi penjemputan para WNI.

Pertama yakni menggunakan kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut.

BERANGKAT KE LOMBOK - Prajurit Yonzipur (Batalyon Zeni Tempur) 10 Divisi II Kostrad dan TNI AL membawa bantuan yang akan dikirim ke Lombok, NTB dengan KRI dr Soeharso-990 saat akan berangkat dari Dermaga Madura, Ujung, Koarmada II, Senin (6/8). Dua kapal TNI Angkatan Laut (AL) dan pasukan TNI Angkatan Darat (AD) berangkat ke Lombok, NTB. Dua kapal itu adalah KRI dr Soeharso-990 dan KRI Karel Satsuitubun-356. Dua kapal membawa serta Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PCRPB) TNI beserta bantuan logistik seperti Sarden, Air Mineral, Roti dan Mie Instan  beserta alat-alat berat. Seperti Dumptruck, Crane Cargo, Selfloader, Backhoe Loader, Exca PC 70, Ran penjernih air, Forklift, Lighting tower, dan alat bantu keselamatan lainnya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
BERANGKAT KE LOMBOK - Prajurit Yonzipur (Batalyon Zeni Tempur) 10 Divisi II Kostrad dan TNI AL membawa bantuan yang akan dikirim ke Lombok, NTB dengan KRI dr Soeharso-990 saat akan berangkat dari Dermaga Madura, Ujung, Koarmada II, Senin (6/8). Dua kapal TNI Angkatan Laut (AL) dan pasukan TNI Angkatan Darat (AD) berangkat ke Lombok, NTB. Dua kapal itu adalah KRI dr Soeharso-990 dan KRI Karel Satsuitubun-356. Dua kapal membawa serta Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PCRPB) TNI beserta bantuan logistik seperti Sarden, Air Mineral, Roti dan Mie Instan beserta alat-alat berat. Seperti Dumptruck, Crane Cargo, Selfloader, Backhoe Loader, Exca PC 70, Ran penjernih air, Forklift, Lighting tower, dan alat bantu keselamatan lainnya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ (SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Kapal yang digunakan adalah KRI dr Soeharso.

Perjalanan kapal ini untuk berangkat maupun pulang ke Jepang, membutuhkan waktu 14 hari.

Waktu dua pekan itu, dimaksudkan untuk sekaligus proses isolasi.

Halaman
1234
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved