Firli Bahuri: Terlampau Banyak Perkara Ditinggalkan, Banyak yang Tidak Selesai

Menurutnya, kritikan dari sejumlah pihak menjadi masukan dan bahan evaluasi. Selain itu, kritik itu juga merupakan bentuk kepedulian

Firli Bahuri: Terlampau Banyak Perkara Ditinggalkan, Banyak yang Tidak Selesai
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Ketua KPK Firli Bahuri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KPK Firli Bahuri menanggapi santai kritikan tajam yang menerpa dirinya dan lembaga yang ia pimpin.

Terutama terkait 36 perkara di tahap penyelidikan yang dihentikan oleh KPK.

Menurutnya, kritikan dari sejumlah pihak menjadi masukan dan bahan evaluasi. Selain itu, kritik itu juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lembaga antirasuah.

"Kritikan itu kita jadikan suatu bahan untuk kita koreksi, hati-hati dan juga itu wujud, bukti bahwa yang mengkritik itu sayang dengan KPK dia cinta," kata Firli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Firli menjelaskan 36 kasus di tahap penyelidikan yang dihentikan oleh KPK tidak lain sebagai upaya keterbukaan publik dari lembaga antirasuah.

Baca: Rano Karno Akui Terima Rp 7,5 M dari Wawan Terkait Pilkada 2011

Sebab, terlalu banyak perkara yang diabaikan saat ia belum menjabat sebagai Ketua KPK.

"Terlampau banyak perkara yang ditinggalkan yang tidak selesai. Begitu hari pertama kami masuk, tentu kami lihat, berapa sih perkara yang tidak selesai? Karena orang juga menanyakan kan," ujarnya.

"Sebenarnya itu bukan hal yang aneh. Itu ada ketentuan hukumnya dan kita ikuti ketentuan hukum itu," imbuhnya.

Firli enggan mengungkapkan 36 kasus yang dihentikan penyelidikannya oleh KPK tersebut.

Ia hanya menjelaskan konsep penyelidikan yang bisa naik ke penyidikan.

"Saya tidak menyebut kasus itu berkaitan sama siapa. Tapi yang pasti adalah kita lihat dulu apa yang dimaksud dalam penyelidikan, penyelidikan adalah serangkaian yang dilakukan oleh penyelidik dalam rangka menemukan satu peristiwa," tutur Firli.

Baca: Indo Barometer Sebut Kepercayaan Publik ke KPK Menurun, Nawawi: Sangat Prematur

"Dan menentukan apakah peristiwa ini merupakan suatu peristiwa yang bisa dinaikan penyidikan atau tidak, itu konsepnya. Jadi kita tidak lihat siapa yang melakukan, tidak, gitu," sambungnya.

Firli menambahkan, KPK telah menerbitkan 51 surat perintah penyelidikan baru.

Sehingga, dia meminta para pihak tidak melihat kasus penyelidikan yang dihentikan saja.

"Jadi jangan lihat yang hentinya aja, ada 51 yang kita buka utk melakukan penyelidikan. Itu penyidikannya sudah 21 surat penyidikan yant kita terbitkan. Ada 18 orang tersangka yang sudah kita tahan. Ada 26 orang yang ditetapkan tersangka. Semuanya kita buka, gak ada, kecuali yang kita rahasiakan," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved