Korupsi Alat Kesehatan

Rano Karno Bantah Terima Uang, Jaksa KPK: Kami Punya Saksi yang Menerangkan Pemberian Itu Ada

Jaksa Penuntut Umum pada KPK mengatakan Rano Karno berhak membantah menerima uang dari Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan

Rano Karno Bantah Terima Uang, Jaksa KPK: Kami Punya Saksi yang Menerangkan Pemberian Itu Ada
Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Roy Riady, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Roy Riady, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan eks Wakil Gubernur Banten Rano Karno berhak membantah menerima uang dari Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Komisaris Utama PT Bali Pasific Pragama.

Namun, kata dia, JPU pada KPK mempunyai bukti-bukti yang memperkuat bintang film "Si Doel Anak Sekolahan" itu menerima aliran uang dari Wawan yang disinyalir terkait kasus korupsi pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD dan APBD-P Tahun Anggaran 2012.

Baca: Majelis Hakim Ingatkan Rano Karno: Saudara Jangan Berbohong, Sudah Disumpah, ada Acaman Pidana

"Itu kan hak dia, tetapi kan kami punya saksi lain yang menerangkan bahwasanya pemberian itu ada ke Pak Rano Karno," kata Roy Riady, ditemui setelah persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/2/2020).

Dalam persidangan pada Senin ini, Rano Karno mengaku pernah menerima uang sekitar Rp 7,5 miliar dari Wawan.

Uang itu untuk keperluan kaos dan atribut kampanye di Pilkada 2011.

Baca: Rano Karno Akui Terima Rp 7,5 M dari Wawan Terkait Pilkada 2011

Sementara itu, saksi Yayah Rodiah, staf PT Bali Pacific Pragama mengaku pernah beberapa kali mengeluarkan uang untuk Rano Karno.

Salah satunya senilai Rp 3,7 miliar pernah diantar ke rumah Rano Karno.

"Kalau dari keterangan Pak Rano dan Bu Yahyah dan bukti kwitansi, memang pemberian itu di massa kampanye memang. Artinya ada duit dari PT BPP itu, kepentingannya untuk Atut (mantan Gubernur Banten Ratu Atut,-red) dan Rano. Kan dakwaan kita seperti juga," tambahnya.

Baca: Alasan Rano Karno Mangkir pada Sidang Sebelumnya: Lagi Promo Film Si Doel The Movie

Untuk diketahui, Rano Karno disebut menerima uang tunai senilai Rp 700 juta dari kasus korupsi pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD dan APBD-P Tahun Anggaran 2012.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved