Virus Corona

Menkes Terawan: Proses Observasi 188 WNI Kapal Dream World Berbeda dengan WNI dari Wuhan

Menurut Terawan, hal itu dilakukan lantaran kapal pesiar World Dream telah menunkan penumpang di Hongkong.

Menkes Terawan: Proses Observasi 188 WNI Kapal Dream World Berbeda dengan WNI dari Wuhan
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Menkes Terawan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Terawan Agus Putranto menyebut, observasi yang dilakukan tim medis kepada 188 warga negara Indonesia (WNI) dari kapal pesiar World Dream di Pulau Sebaru, akan berbeda dari WNI dari Wuhan, China.

Menurut Terawan, hal itu dilakukan lantaran kapal pesiar World Dream telah menurunkan penumpang di Hongkong.

Diketahui, Hongkong merupakan salah satu negara yang sudah terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).

Baca: 2 Remaja Tak Kunjung Pulang setelah Pamit Beli Pentol, Ditemukan Tewas di 2 Tempat Berbeda

Baca: Menteri PUPR Sebut Genangan di Istana Kepresidenan Jakarta Hanya Air yang Mau Masuk Drainase

"Yo sedikit berbeda. Ini kan pernah nurunkan di Hong Kong dan ini ada di dalam satu close contact juga. Jadi saya harus hati-hati sekali," kata Terawan di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Meski demikian, Terawan akan mengecek detail riwayat perjalanan kapal pesiar World Dream bersama seluruh WNI yang berada di dalamnya.

"Karena itu, saya izinkan semuanya bisa masuk dengan baik ke wilayah Indonesia," tambahnya.

Selain itu, Terawan menjelaskan alasan para WNI itu dibawa ke Pulau Sebaru. Langkah itu diambil untuk antisipasi dan sikap berhati-hati pemerintah dalam melakukan observasi selama 14 hari.

"Ada prinsip kehati-hatian, kalau di Natuna kembali kan ada penduduk nanti nek ada masalah enggak; ada success rate dua kali di suatu tempat terlalu berbahaya-lah endingnya nanti," jelasnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved