Virus Corona

Menko PMK Bantah Pasien di RS Kariadi Meninggal Dunia Karena Virus Corona

Muhadjir Effendy menegaskan pasien yang meninggal di Rumah Sakit Kariadi Semarang, bukan karena virus Corona atau Covid-19.

Menko PMK Bantah Pasien di RS Kariadi Meninggal Dunia Karena Virus Corona
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menegaskan pasien yang meninggal di Rumah Sakit Kariadi Semarang, bukan karena virus Corona atau Covid-19.

"Enggak, sudah, itu udah enggak bener. Itu memang negatif," kata Muhadjir di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (26/2/2020).

Muhadjir pun mengaku dirinya sudah melakukan kroscek terkait pasien tersebut ke RS Kariadi, Kepala Dinas Kesehatan, dan Direktur Rumah Sakit.

Baca: Wabah Corona, Qatar Airways Hentikan Sementara Penerbangan ke Tiongkok

"Terus saya kroscek ke pusat Litbang untuk penyakit infeksi. Direkturnya langsung dan sudah diberi list datanya tentang dia dan negatif," katanya.

Menurut Muhadjir tidak diumumkannya penyebab meninggalnya pasien karena kode etik kedokteran.

Terkecuali, bila pasien meninggal karena virus Corona.

Baca: UPDATE Virus Corona sampai Rabu Sore: 2.760 Jiwa Meninggal & Penyebaran Meningkat hingga 41 Negara

"Ya memang itu kan rahasia. Itu kan ada kode etik. Kalau dia kena covid 19 baru kita omongkan. Kalau tidak kan kita enggak bisa sebutkan dong," katanya.

Pemerintah menurutnya tidak menutup-nutupi penyebab meninggalnya pasien tersebut.

Baca: Ada yang Kembali Positif Corona, Kota Wuhan Bakal Mengarantinakan Pasien yang Sembuh Selama 14 Hari

Termasuk mengenai alasan pasien dikubur dengan dibungkus plastik.

"Itu memang prosedur terhadap mereka yang meninggal karena pneumonia. Tapi itu dipastikan bukan Corona virus. Itu sejak dulu sudah ada prosedurnya," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved