Banjir di Jakarta
Anies Baswedan Klaim Banjir Jakarta 100 Persen Surut: Alhamdulillah Tuntas
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim banjir di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya 100 persen sudah surut.
Penulis:
Indah Aprilin Cahyani
Editor:
Miftah
TRIBUNNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim banjir di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya sudah 100 persen sudah surut.
"Sudah bisa dibilang Rabu (26/2/2020) sore 100 persen surut," jelas Anies.
Anies Baswedan menekankan banjir di seluruh wilayah Jakarta telah surut pada Rabu (26/2/2020).
Hal itu disampaikan dalm video yang diunggah kanal YouTube KompasTV.
"Jadi, tanggal 25 Februari ada 294 RW yang tergenang, di tanggal 26 (Februari) pukul 15.00 WIB sore bisa dibilang 100 persen," ujarnya.
Baca: Penderitaan Warga Jakarta Rumahnya Terendam Banjir, Kehilangan Pekerjaan hingga Jatuh Miskin
"(Cuma tinggal) ada 5 titik yang dalam proses penyurutan. Rabu (26/2/2020) malam sudah surut karena surutnya cepat," papar Anies Baswedan.
Sementara itu, Anies mengaku sudah meninjau seluruh wilayah yang terdampak banjir.
"Saya bersama dengan jajaran berkoordinasi di lokasi-lokasi yang masih ada genangan. Alhamdulillah insyaallah tuntas," kata Anies.
Anies juga pastikan kebutuhan para warga DKI Jakarta yang terdampak banjir akan terus dipenuhi meski banjir surut.
Selain itu, Anies menyebut kebutuhan yang juga dipenuhi Pemprov DKI Jakarta yakni pemeriksaan kesehatan.
Baca: Fadli Zon Merasa Aneh, Kenapa untuk Urusan Banjir Selalu Anies Baswedan yang Disalahkan
Baca: PKS Santai Sikapi Inisiatif DPRD DKI Bentuk Pansus Banjir Jakarta
Anies Baswedan Enggan Komentari Banjir Jakarta
Hujan mengguyur sejumlah wilayah Jakarta sejak Senin(24/2/2020).
Mengakibatkan Jakarta dan sekitarnya kembali terendam banjir, Selasa (25/2/2020).
Anies Baswedan menyampaikan lebih dari 200 RW di Ibu Kota terkena dampak banjir.
Hal itu berdasarkan informasi yang diterimanya, dikutip Kompas.com.
Anies pun enggan berkomentar banyak ketika disinggung banjir yang sudah berkali-kali terjadi di Jakarta sejak awal tahun 2020.
Baca: Banjir Kembali Rendam Jakarta, Mardani Ali Sera Beri Wejangan untuk Anies Baswedan: Ini Ujian
Anies menyebut pihaknya saat ini sedang konsentrasi menangani korban banjir.
"Sekarang konsentrasi pada penanganan, cuaca seperti ini masih akan terjadi beberapa waktu ke depan," papar Anies saat memantau Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa pagi.
Selain itu, Anies menyinggung ramalan BMKG pada Desember 2019 lalu yang menyebut cuaca ekstrem akan terjadi hingga Maret 2020.
Ketika ditanya antisipasi Pemprov DKI, Anies juga enggan berkomentar terkait bagaimana menghadapai cuaca ekstrem tersebut.
"Cukup," kata Anies sambil berjalan meninggalkan para wartawan.
Baca: Aktivitas Tya Ariestya Kala Banjir Landa Jakarta
Elektabilitas Anies Baswedan Menurun
Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan turun karena belum bisa menangani persoalan banjir.
Data itu berdasarkan Lembaga Survei Politika Research and Consulting (PCR) dan Paramater Politik Indonesia.
Elektabilitas Anies Baswedan dari sebelumnya sebesar 15 persen menjadi 11,9 persen.
Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah kanal YouTube KompasTV, Minggu (23/2/2020).
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebut elektabilitas Anies yang turun diduga karena mengatasi banjir Jakarta.
Baca: Jakarta Banjir Lagi, di Bekasi hingga Jakarta Pusat Tinggi Air Mencapai Selutut Orang Dewasa
"Kecenderungan elektabilitas Anies itu turun."
"Anies saat ini elektabilitasnya 11,5 persen kalau sebelumnya kan Anies tinggi 15-20 persen andai Pilpres itu dilakukan hari ini."
"Saya menduga kenapa elektabilitas Anies ini turun dalam waktu dekat ini karena banjir yang terjadi di Jakarta sejak 1 Januari 2020," papar Adi.
Adi Prayitno menilai persoalan banjir itu cukup efektif untuk membunuh kredibilitas Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Menurutnya, jika Anies tidak bisa mengakomodasi isu banjir dengan kerja yang nyata maka kemungkinan besar elektabilitas Anies diprediksikan akan terus menurun.
Baca: Soroti Polemik Banjir Jakarta, Komisaris Ancol: Minta 2 Tahun Masalah Selesai, Logikanya Logika Apa
(Tribunnews.com/Indah Aprilin Cahyani) (Kompas.com/Rindi Nuris Velarosdela)