Virus Corona
Belum Ada Kasus Virus Corona Di Indonesia, Begini Kata Ahli Kesehatan Masyarakat
Dari ketiga teori tersebut, dikatakan yang paling memungkinkan adalah bahwa kasus tersebut adalah under reported.
Editor:
Johnson Simanjuntak
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Virus corona atau COVID-19 tengah merebak diseluruh dunia belakangan.
Sekiranya sudah ada 55 negara telah mengkonfirmasi kasus virus yang menyerang pernapasan tersebut.
Akan tetapi di Indonesia sendiri belum terkonfirmasi adanya kasus hingga saat ini, walaupun ada warga negara Indonesia (WNI) yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona.
Menanggapi hal ini, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Hermawan Saputra mengatakan peneliti punya tiga pendekatan teori.
Baca: Amerika Laporkan Kasus Ketiga Pasien Positif Corona Tanpa Riwayat Bepergian dan Kontak Pasien Lain
Tiga kemungkinan tersebut bisa dikatakan under reported atau sesuatu yang tidak dilaporkan, failed detection atau kegagalan deteksi.
Atau bisa terjadi dismatch antara standar WHO dengan program pemerintah.
Dari ketiga teori tersebut, dikatakan yang paling memungkinkan adalah bahwa kasus tersebut adalah under reported.
"Dalam teori tadi, under reported boleh jadi ada terduga, orang yang sudah terinfeksi, cuman karena tidak pernah periksa. Atau bahkan keluarganya tidak merelakan untuk diotopsi, sehingga tidak dilaporkan. Artinya tidak ada catatan atau reported," ujar Hermawan, Sabtu (29/2/2020) dikawasan Jakarta Pusat.
Baca: Amerika Serikat Tunda KTT ASEAN di Las Vegas Imbas dari Virus Corona
"Bisa jadi ada yg terinfeksi tapi memang tidak menunjukan gejala apa-apa, karena covid tidak selalu jatuh sakit," lanjutnya.
Di ASEAN sendiri, hanya Indonesia yang belum mengkonfirmasi kasus virus corona.
Sedangkan, dinegara yang berdekatan dengan Indonesia seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Singapura, Filipina hingga Australia telah mengkonfirmasi virus yang telah menewaskan lebih dari 2000 orang.
"Pada 27 Februari kemarin, Malaysia memgkonfirmasi 22 kasus, Australia 22 kasus, Singapur 96 kasus, Thailand 30 lebih, di Filipina 4, vietnam dan seterusnya," ujar Hermawan.
Mencontoh Arab Saudi yang cepat memberikan sikap untuk mencegah penyebaran virus corona, dengan menangguhkan perjalanan umrah.
Diharapkan pemerintah juga cepat menanggapi pencegahan corona virus didalam negeri.
"Jangan sampai seperti Korea Selatan, yang dalam sehari tiba-tiba mengkonfirmasi 400 kasus positif virus corona," ujarnya.