Senin, 13 April 2026

ACT Bangun 52 Huntara untuk Korban Banjir dan Longsor di Lebak

Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali melaksanakan kegiatan kemanusiaan untuk membantu para korban bencana di Tanah Air.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Willem Jonata
Tribunnews.com/Gita Irawan
Dewan Pembina ACT Syuhelmaidi Syuku bersama camat setempat, Rahmat, dan perwakilan warga melaksanakan peletakkan batu pertama pembangunan 52 hunian sementara (huntara) di Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Lebak, Selasa (3/3/2020). Desa tersebut menjadi salah satu titik bencana banjir dan longsor pada awal 2020 lalu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali melaksanakan kegiatan kemanusiaan untuk membantu para korban bencana di Tanah Air.

Selasa (3/3/2020), ACT melakukan peletakkan batu pertama untuk program pembangunan 52 hunian sementara (huntara) atau Integrated Community Shelter (ICS) bagi para korban banjir dan longsor di Lebak, Banten, pada awal tahun 2020 lalu.

Proses peletakkan batu pertama dilakukan di Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Lebak, yang menjadi salah satu titik bencana banjir dan longsor pada awal 2020 lalu.

ACT menargetkan pembangunan 52 huntara tersebut rampung dalam tiga minggu.

Baca: Ketua DPR Minta Pemerintah Tunjuk BNPB Jadi Pimpinan Tim Penanggulangan Corona

Sebanyak 52 Kepala Keluarga ditargetkan dapat segera menempati hunian sementara yang dibangun dari hasil perhimpunan kepedulian publik itu.

Rencananya, huntara tersebut dilengkapi dengan fasilitas umum seperti musala, dapur umum, MCK, dan layanan kesehatan.

Para korban dapat menempati huntara itu dalam jangka waktu dua tahun hingga maksimal tiga tahun lamanya.

Baca: Cerita Pasien Virus Corona Sebelum Akhirnya Sembuh: Batuk-batuk Seperti Mau Mati

Dewan Pembina ACT Syuhelmaidi Syukur mengatakan huntara tersebut bukan hanya dibangun sebagai rumah, melainkan juga tempat pemulihan terpadu pasca-bencana.

"Untuk bapak dan ibu yang selama ini tinggal di tenda pengungsian, di huntara itu insya Allah nyaman, bisa bertetangga, dan insya Allah kita bangunkan masjid. Agar nanti insya Allah bisa bertadarus saat bulan puasa," kata Syukur di lokasi.

Selain penyediaan hunian, ACT juga meluncurkan Humanity Food Truck 3.0 dan Humanity Food Truck 4.0 yang dapat memproduksi hingga 2 ribu porsi makanan siap santap.

Food truck tersebut melengkapi armada ACT sebelumnya yakni Humanity Food Truck 1.0 dan Humanity Food Truck 2.0.

Food truck baru tersebut mengalami penyempurnaan suplai gas agar setiap alat dapur dapat maksimal dalam mengolah bahan makanan.

"Jadi spirit kami adalah memberikan makanan baik ke pengungsi maupun yang kurang mampu dengan kualitas hotel. Karena food truck kita yang memasak adalah chef dari hotel bintang lima. Oleh karena itu kita hari ini akan melakukan launching dua truck tadi dan peletakan batu pertama," tuturnya.

Sebelumnya, ACT telah mendistribusikan paket makanan siap santap dari Humanity Food Truck 1.0 dan 2.0 ke beberapa titik bencana, di antaranya ke Kampung Seupang, Desa Pajagan, Sajira, Lebak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved