Senin, 1 Juni 2026

Virus Corona

Harga Masker Meroket, Kemendag Tidak Bisa Kendalikan Harganya

Permintaan terhadap masker cukup tinggi seiring kabar dua warga Indonesia berdomisili di Depok, positif terjangkit virus corona. Harganya pun mahal.

Tayang:
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
Tribunnews/JEPRIMA
Warga membeli masker di salah satu toko alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (3/3/2020). Isu merebaknya wabah Corona di Indonesia menyebabkan penjualan masker di Pasar Pramuka meningkat tajam meski dalam sepekan harga melambung tinggi. Harga masker di pasar ini dibanderol Rp65.000-Rp1,5 juta per boks, naik tajam dari harga sebelum isu Corona menyebar, yakni Rp20.000 hingga Rp150 ribu per boks. Harga masker yang naik tajam adalah jenis N-95 karena kualitas bagus dan stok di pemasok semakin langka. Tribunnews/Jeprima 

"Imbauan ini juga ditujukan kepada para distributor dan penjual pengecer," tegas Agus.

Sejak mewabahnya virus corona, masyarakat di banyak negara memang terus berburu masker khususnya jenis surgical mask atau masker bedah yang biasa dijual di pasaran.

Di Indonesia, ketersediaan salah satu alat penunjang kesehatan ini pun mulai mengalami kelangkaan stok.

Apalagi setelah ditemukannya dua pasien yang terkonfirmasi terinfeksi virus ini.

Di sejumlah minimarket yang tersebar di beberapa wilayah ibu kota, stok masker pun mengalami kelangkaan.

Beberapa hari terakhir, sejumlah minimarket kehabisan stok surgical mask.

Sebut saja yang terjadi pada sebuah minimarket di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020) pagi.

Tribunnews sempat menanyakan keberadaan masker Nexcare yang biasa dijual di minimarket itu.

Pegawai toko pun mengatakan bahwa stok produk itu habis dan beberapa hari terakhir ini belum ada stok baru yang masuk.

"Habis maskernya, udah berapa hari ini nggak ada stock," ujar seorang perempuan yang merupakan pegawai minimarket itu.

Ia kemudian menjelaskan, biasanya kalau ada yang membeli pun, transaksi dilakukan dalam jumlah cukup banyak.

"Mungkin karena ada isu (corona) ini ya, jadinya kemarin-kemarin itu ada yang sampai beli banyak," jelas dia.

Saat ditanya terkait hand sanitizer, ia juga mengaku stok produk satu ini pun kosong beberapa hari terakhir.

"Nggak ada juga, udah berapa hari ini kosong, sama kayak masker itu," kata dia.

Sementara itu sebelumnya, hal yang sama juga Tribunnews lihat pada ketersediaan stok masker dan hand sanitizer di minimarket kawasan Kota Bambu Utara, Jakarta Barat, Senin (2/3/2020) siang.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved