Minggu, 10 Mei 2026

Virus Corona

Masker Langka dan Harganya Melonjak, KPPU Klaim Tidak Temukan Adanya Pelanggaran

KPPU menyoroti kelangkaan hingga meroketnya harga masker jenis surgical mask atau masker bedah yang biasa ditemukan di pasaran.

Tayang:
Editor: Willem Jonata
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
ILUSTRASI - Cek Harga Masker di Pasar Pramuka dan Toko Online, N95 Bisa Capai Rp 1,8 Juta Akibat Coronavirus 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyoroti kelangkaan hingga meroketnya harga masker jenis surgical mask atau masker bedah yang biasa ditemukan di pasaran. 

Lembaga ini melakukan penelitian terkait fenomena yang muncul akibat mewabahnya virus corona (Covid-19).

Dalam penelitian yang dilakukan KPPU itu, tidak ditemukan adanya pelanggaran oleh para produsen produk satu ini.

Seperti yang disampaikan Komisioner KPPU Guntur Saragih, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KPPU, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020) sore.

"Dari penelitian yang sudah dilakukan, kami memang tidak temukan adanya pelaku usaha yang melanggar," ujar Guntur.

Baca: Apa Kabar Prisa Rianzi? Ini Ceritanya Saat Hamil Anak Pertama Hingga Muncul Keinginan Bunuh Diri

Baca: Keluarga Ayu Ting Ting Batasi Aktivitas di Luar Rumah Setelah 2 Warga Depok Terjangkit Virus Corona

Berdasar hasil penelitian, melonjaknya harga masker saat ini didorong faktor meningkatnya permintaan masyarakat selaku konsumen, sementara persediaan stok masker pun memiliki keterbatasan.

"(Kami menilai) kenaikan harga masih dalam konteks hukum pasar ya," kata Guntur.

Kendati didorong faktor peningkatan peminat, namun ia mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor jika mengetahui ada produsen, distributor maupun pengecer 'nakal' yang berani menimbun dan memainkan harga.

Guntur pun memperingatkan bahwa akan ada hukuman denda cukup besar bagi oknum yang berani melakukan tindakan yang menyebabkan kelangkaan ini.

Baca: Lihat Harga Masker di Tengah Isu Wabah Virus Corona, Ruben Onsu: Itu Sih Gila

"Ada hukumannya ya, maksimal denda Rp 25 miliar," jelas Guntur.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengimbau agar para eksportir lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan masker dalam negeri terlebih dahulu.

Warga membeli masker di salah satu toko alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (3/3/2020). Isu merebaknya wabah Corona di Indonesia menyebabkan penjualan masker di Pasar Pramuka meningkat tajam meski dalam sepekan harga melambung tinggi. Harga masker di pasar ini dibanderol Rp65.000-Rp1,5 juta per boks, naik tajam dari harga sebelum isu Corona menyebar, yakni Rp20.000 hingga Rp150 ribu per boks. Harga masker yang naik tajam adalah jenis N-95 karena kualitas bagus dan stok di pemasok semakin langka. Tribunnews/Jeprima
Warga membeli masker di salah satu toko alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (3/3/2020). Isu merebaknya wabah Corona di Indonesia menyebabkan penjualan masker di Pasar Pramuka meningkat tajam meski dalam sepekan harga melambung tinggi. Harga masker di pasar ini dibanderol Rp65.000-Rp1,5 juta per boks, naik tajam dari harga sebelum isu Corona menyebar, yakni Rp20.000 hingga Rp150 ribu per boks. Harga masker yang naik tajam adalah jenis N-95 karena kualitas bagus dan stok di pemasok semakin langka. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved