Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Tunjuk Jubir Resmi Penanganan Corona

pemerintah menunjuk dokter Achmad Yurianto dari Sesditjen PDP Kementerian Kesehatan sebagai jubir resmi.

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Pihak Istana Kepresidenan RI mulai memperketat pemeriksaan kesehatan terhadap para karyawan dan tamu yang masuk ke lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Pada Selasa (3/3/2020) tampak Menteri Pariwisata Wisnutama ikut diperiksa suhu tubuhnya sebelum memasuki istana. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah ditemukan dua orang yang terjangkit virus corona atau Covid-19 di Indonesia, pemerintah menunjuk dokter Achmad Yurianto dari Sesditjen PDP Kementerian Kesehatan sebagai jubir resmi.

"Seandainya, kalau ada pertanyaan silakan ke Yurianto. Beliau ditunjuk resmi oleh pemerintah," ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Baca: Update Virus Corona: 90 Ribu Jiwa Terinfeksi, Separuhnya Telah Sembuh,hingga Kabar AS Racik Vaksin

Baca: Kasus Pertama Virus Corona di Indonesia, Perlukah Orang Sehat Pakai Masker?

Sebelumnya Achmad Yurianto aktif menjelaskan mengenai wabah virus corona bersama Kementerian Kesehatan atau bahkan bersama Kantor Staf Presiden.

Seperti pada Senin kemarin, hari pertama temuan adanya dua pasien yang terjangkit virus tersebut.
Menurutnya virus tersebut tidak menular lewat benda mati.

"Jadi nggak akan menular melalui benda barang mati, engga bakalan," kata Yuri usai rapat di Kantor Staf Presiden, Senin (2/3/2020).

Menurutnya mereka yang terinfeksi corona dapat menunjukkan gejala ringan berupa flu dan batuk. Atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali.

"Ini kan hampir bergeser kayak kasusnya SARS dulu. Tiba-tiba menjadi seperti flu. Ya kalau flu biasa jadinya," katanya.

Meskipun demikian menurut Yuri, tingkat kematian akibat virus corona kini telah menurun pada angka dua persen dari sebelumnya 10 persen.

Corona merupakan virus yang karakternya safe limited disease. Artinya dengan daya tahan tubuh yang bagus, sembuh sendiri.

"Dan tidak semua orang kontak sakit. Coba di tempat kerja kita yang satu batuk pilek belum tentu yang lainnya ikut ketularan sakit kan, karena daya tahan tubuhnya," pungkasnya.

Suhu Tubuh Mencapai 37,5 C Tidak Bisa Masuk Istana Negara

Sebagai bentuk pencegahan mewabahnya virus Corona atau Covid-19 pihak istana menerapkan pengecekan suhu tubuh kepada orang-orang di lingkungan istana.

Alat pemindaian suhu tubuh dipasang di pintu masuk jalan Majapahit, pintu masuk jalan veteran, dan pintu masuk Istana Negara.

"Jadi sejak kemarin diputuskan oleh kepala staf presiden dan paspampres mulai hari ini dilakukan pencegahan penyebaran virus corona di istana yaitu dengan menggunakan pengukur suhu tubuh.

Sebelumnya sudah diberikan tapi sifatnya hanya imbauan, sekarang secara fisik dilakukan kepada tamu yang datang ke istana," ujar Bey Mahyudin.

Baca: ‎Deklarasi Pembumian Pancasila, Wali Kota Bekasi Tekankan Pentingnya Aktualisasi Pancasila

Baca: Ngambek di Pinggir Lapangan, Sandi Sute Diberi Sanksi oleh Persija Jakarta

Baca: Rizky Febian Tanggapi Virus Corona Masuk ke Indonesia, Khawatir hingga Sayangkan Penimbunan Masker

Menurut Bey pemeriksaan berlaku untuk semua orang yang masuk ke Istana, mulai dari menteri, Paspampres, pegawai Sekretariat Presiden, wartawan dan lainnya. 

"Seandainya 37,5 mereka diminta untuk kembali jadi tidak perlu masuk ke istana," katanya.

Pemeriksaan menurutnya dilakukan sebanyak dua kali. Mulai dari pintu masuk Kompleks Istana, dan pintu masuk kantor presiden.

Protokol pemeriksaan tersebut berlaku selama dua minggu dan akan terus dievaluasi.

"Kita juga lihat kondisi nasional secara umum apakah diteruskan atau tidak. Jadi sampai kondisi dinyatakan benar benar stabil atau bersih dari virus," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved