Beda Pandangan Kejagung dan Komnas HAM soal Tragedi Paniai Papua

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung (Kejagung) berbeda pandangan soal dugaan pelanggaran HAM di Paniai,

WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Sejumlah warga Papua berdemonstrasi terkait penembakan yang menewaskan sejumlah warga di Paniai, Papua, di Kawasan HI, Jakarta Pusat, Senin(15/12). Mereka menuntut pemerintah menyelesaikan penembakan tersebut karena telah melukai rasa damai warga Papua. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) berbeda pandangan soal dugaan pelanggaran HAM di Paniai, Papua, pada 2014.

Komnas HAM menilai peristiwa di Paniai itu sebagai kasus pelanggaran HAM berat.

Namun, Kejagung menyatakan berkas penyelidikan Komnas HAM atas kasus itu belum memenuhi syarat formil dan materiil.

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 5 Maret 1770: Penembakan Warga Sipil oleh Tentara Inggris di Boston, Amerika

Baca: Demam Lebih dari 40 Derajat, Shafa Haris Sampai Dibawa Ambulans, Apa yang Terjadi? Ini Kata Sarita

Koordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia Azmi Hidzaqi menjelaskan harus dicari bukti-bukti dari kasus itu sehingga masuk kategori pelanggaran HAM berat.

Menurut dia, suatu kasus dinyatakan sebagai pelanggaran HAM berat, pada saat ditemukan bukti-bukti negara secara sengaja melakukan pembantaian massal.

"Pelanggaran HAM berat itu kategorinya negara sengaja melakukan pembantaian massal," kata dia, saat dihubungi, Kamis (5/3/2020).

Dia menilai, peristiwa di Paniai tidak termasuk pelanggaran HAM berat karena tidak ada unsur kesengajaan dan perencanaan sistematis dari negara.

"Peristiwa memang ada, tetapi menurut kami itu bukan pelanggaran HAM berat," tuturnya.

Dia meminta semua pihak agar menahan diri.

Sebab, selama beberapa waktu ke depan akan digelar pesta olahraga antar provinsi di Papua dan Papua Barat.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved