Virus Corona
Update Corona: Menyebar ke 88 Negara, Tak Perlu Panik, Masyarakat Cukup Lakukan Cara Pencegahan Ini
Penyebaran virus corona ini terus meluas ke 88 negara, namun masyarakat tak perlu panik, lakukan cara-cara berikut untuk mengantisipasi virus corona.
Penulis:
Oktaviani Wahyu Widayanti
Editor:
Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Penyebaran virus corona terus meluas ke berbagai wilayah dan menyebabkan kepanikan masyarakat dunia, begitu juga di Indonesia.
Dilansir kemkes.go.id, sebagai juru bicara kasus Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan masyarakat tak perlu panik yang berlebihan.
Pasalnya, kasus corona ini sudah berangsur menurun.
Ia menyatakan pasien yang sembuh dari penularan virus corona sudah 50 persen di dunia.
Namun, Achmad Yurianto menyatakan memang tingkat penyebaran Covid-19 sangat cepat.

Dilansir thewuhanvirus.com, data terbaru per Jumat (6/3/2020), tercatat sudah 98.284 kasus yang telah terjadi.
Dari seluruh pasien yang terjangkit virus corona, 54.228 diantaranya sudah dinyatakan pulih dan membaik.
Sementara kasus virus corona ini sudah memakan korban jiwa, yaitu 3.358 pasien meninggal.
Dari data terbaru tercatat virus corona sudah meluas ke 88 negara di seluruh dunia.
Seperti di Indonesia, dinyatakan terdapat 2 pasien virus corona, yang kini sedang dirawat di RSPI Sulianto Suroso.
Baca: Apa Itu Penularan Virus Corona Lewat Kontak Langsung?
Baca: BERITA TERKINI - WNI Tertular Virus Corona, Kontak Fisik di Klub Dansa di Kemang Jakarta Selatan

Virus corona ini dapat menyebar melalui berbagai cara.
Melalui udara dengan batuk dan bersin atau melalui kontak langsung seperti menyentuh atau berjabat tangan.
Baca: Wali Kota Depok Sebut 50 Warganya Terindikasi Corona Karena Interaksi dengan 2 Pasien Positif
Baca: 35 Warga Palembang Diduga Terpapar Virus Corona, Saat Ini Dalam Pemantauan
Dikutip dari who.int, WHO telah melakukan upaya pencegahan terhadap virus corona ini di seluruh wilayah.
WHO telah mengirimkan hampir setengah juta set alat pelindung pada 47 negara.
Namun WHO juga menyatakan pasokan global kini semakin menipis.
Hal ini ditanggapi serius oleh WHO, karena kekurangan peralatan medis dapat membahayakan dokter dan perawat medis yang menangani pasien Covid-19.