Virus Corona
Virus Corona Mulai Tanpa Gejala dan Munculkan Kekhawatiran Baru, Achmad Yurianto Singgung Antisipasi
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menilai penyebaran virus corona lebih sulit diantisipasi karena semakin jinak.
Penulis:
Indah Aprilin Cahyani
Editor:
Ifa Nabila
TRIBUNNEWS.COM - Orang terjangkit virus corona atau Covid-19 pertama kali muncul di Provinsi Hubei, China pada Desember 2019 lalu dengan gejala sakit berat.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menilai saat ini ada perubahan gejala orang yang terinfeksi corona.
Diketahui, orang yang terjangkit corona mengalami sesak napas, demam tinggi, batuk, dan pilek.
Akan tetapi, Yurianto menyebut orang yang positif terjangkit Covid-19 hanya mengalami gejala sakit ringan hingga ada yang tidak menunjukkan gejala.
Kedati demikian, ia menilai penyebarannya lebih sulit diantisipasi karena virus corona yang semakin jinak.
Baca: Virus Corona Jadi Lebih Jinak dan Gejala Semakin Ringan, Ini Penjelasannya
Sebab, deteksi tak bisa dilakukan jika tak ada gejala demam.
Yurianto menyebut di bandara terutama semua pintu negara memakai alat pengukur suhu tubuh untuk mendeteksi suspect virus corona.
"Ini artinya mobilitas penderita Covid-19, di dalam tubuhnya tidak terdeteksi di pintu masuk negara mana pun," kata Yurianto, dikutip dari Kompas.com.
Menurutnya, hal ini yang menyebabkan meningkatnya kasus virus corona di luar China.
Yurianto menambahkan sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, Iran dan Italia memiliki tingkat penularan yang tinggi.
"Di samping itu, penyebaran ke negara-negara yang lain, yang baru juga sangat tinggi."
"Data beberapa hari yang lalu, dalam sehari ada 20 negara baru yang melaporkan ditemukannya kasus positif," kata dia.
Baca: Diplomat Iran Sekaligus Pejabat Senior Meninggal Gara-gara Corona
Sebelumnya, warga negara (WN) Jepang ada dugaan tak terdeteksi corona di bandara karena tak menunjukkan gejala suhu tubuh panas.
Sementara di Indonesia sendiri ada yang terpapar virus corona disebabkan oleh WN Jepang domisili Malaysia yang datang ke Jakarta.
RSPI Pulangkan 1 WNA