Virus Corona

Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi Terkini Sikapi Covid-19

Termasuk juga saya minta Menteri Keuangan, ini juga pemberian insentif bagi para dokter, perawat, dan jajaran rumah sakit yang bergerak

Biro Setwapres
Presiden Jokowi melakukan teleconference dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberikan instruksi berkaitan dengan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19), Kamis (19/3/2020). Pernyataan presiden dan Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin yang disampaikan saat menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri kabinet.

Termasuk dengna Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melalu video conference dari Istana Merdeka

Berikut pernyataan lengkap Presiden Jokowi:
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.
Yang saya hormati, Bapak Wakil Presiden, para Menko, para Menteri, dan Kepala Lembaga yang hadir.
Pagi hari ini, kita ingin mendengarkan laporan mengenai percepatan penanganan virus korona, Covid-19, yang dipimpin oleh Kepala BNPB. Tapi sebelumnya, saya ingin menekankan beberapa hal yang penting.

Baca: Curhat Ridwan Kamil, Dihampiri Sang Ibu di Malam Hari, Sampaikan Permintaan Tak Biasa & Penuh Haru

Yang pertama, prioritas kita adalah mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi. Oleh sebab itu, penting untuk dilakukan yaitu mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Kita terus menggencarkan sosialisasi untuk menjaga jarak, social distancing.

Dan mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran Covid-19. Tiga hal ini penting, terus kita ulang-ulang. Sekali lagi, mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat yang lain, yang kedua menjaga jarak, yang ketiga mengurangi kerumunan yang membawa risiko penyebaran Covid-19.

Karena itu, kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah betul-betul harus kita sampaikan terus sehingga betul-betul bisa dijalankan secara efektif di lapangan. Tetapi juga kita harus tahu juga bahwa yang tidak bekerja di rumah tentu saja tetap bekerja di lapangan dan bekerja di kantor dengan tetap saling menjaga jarak.

Kebijakan belajar di rumah, kebijakan bekerja di rumah, kebijakan beribadah di rumah, jangan sampai kebijakan ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk liburan. Saya lihat (hari) Sabtu-Minggu kemarin, di Pantai Carita, di Puncak, lebih ramai dari biasanya sehingga hal ini akan memunculkan sebuah keramaian yang berisiko memperluas penyebaran Covid-19.

Baca: MUI Sebut Pro-Kontra Fatwa Ibadah saat Wabah Corona Akibat Kesalahpahaman Masyarakat

Saya juga minta diterapkan secara ketat, menjaga jarak (social distancing), di area-area publik termasuk di dalam transportasi publik, seperti di bandara, di pelabuhan, di stasiun kereta api, di stasiun bus, untuk mencegah penularan Covid-19.

Selain itu, saya minta juga Gugus Tugas untuk mengajak lembaga-lembaga keagamaan, tokoh-tokoh agama, untuk bersama-sama mencegah potensi penyebaran Covid-19 di kegiatan-kegiatan keagamaan. Kita harus mengevaluasi penyelenggaraan acara keagamaan yang melibatkan banyak orang.

Kemudian yang kedua, segera lakukan rapid test (tes cepat) dengan cakupan yang lebih besar agar deteksi dini kemungkinan indikasi awal seorang terpapar Covid-19 bisa kita lakukan.

Halaman
12
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved