Virus Corona

Komisi VIII DPR Tetap Minta Kemenag Persiapkan Ibadah Haji Meski Virus Corona Belum Reda

"Pertemuan dua minggu lalu, pimpinan Komisi VIII dan Menteri Agama telah sepakat untuk tetap melaksanakan tahapan haji secara maksimal," ujar Yandri

Fransiskus Adhiyuda/tribunnews.com
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta polemik soal pelarangan cadar dan celana cingkrang disudahi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto meminta Kementerian Agama tetap persiapkan semua tahapan ibadah haji pada tahun ini, meski wabah virus corona yang sedang melanda sejumlah negara di dunia belum reda.

"Pertemuan dua minggu lalu, pimpinan Komisi VIII dan Menteri Agama telah sepakat untuk tetap melaksanakan tahapan haji secara maksimal," ujar Yandri saat dihubungi Tribun, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Baca: Timeline Gejala Virus Corona dari Hari ke Hari, Gangguan Pernapasan di Hari ke-8

Yandri menyebut, surat dari pemerintah Arab Saudi ke Menteri Agama Fachrul Razi agar menunda pelunasan biaya haji terlebih dahulu, bukan hanya ditujukan kepada Indonesia tetapi juga untuk negara lainnya.

"Kami hargai memang itu kewenangan mereka dan ini dilakukan mereka dalam rangka antisipasi jika corona tidak bisa diatasi," ujar Yandri.

Politikus PAN itu surat tersebut bukan berarti terjadi pembatalan ibadah haji tahun ini.

Sehingga, persiapan haji di dalam negeri tetap berjalan, mulai pengetesan pendamping, manasik, dan lain-lainnya.

"Jadi persiapan lanjut, angan sampai nanti ketika Arab Saudi menyampaikan bisa ibadah haji, ternyata kita tidak maksimal persiapannya," ujar Yandri.

Jika nantinya Arab Saudi menyatakan ibadah haji tidak dapat dilaksanakan pada tahun ini, kata Yandri, Komisi VIII meminta Kementerian Agama untuk membangun komunikasi dengan Arab untuk bernegosiasi ada penambahan kuota pada tahun depan.

Baca: Ijtima Dunia di Gowa Batal: Seorang Peserta Asal NTT Demam Tinggi, Peserta WNA Dikarantina

"Kalau menurut saya harus tetap ada negosiasi secara sungguh-sunguh, walaupun tidak serta merta kuotanya dua kali lipat, itu tidak mungkin," ujar Yandri.

"Jadi tahun ini belum berangkat, tahun depan berangkat semua, yang tahun depan mundur lagi atau kalaupun penambahan, diprioritaskan yang lanjut usia, misalnya umur 65 tahun ke atas," sambung Yandri.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved